Posted by: Hendra Siry | 24 October, 2011

KKP Butuh 10.000 Penyuluh

Friday, 21 October 2011
BOGOR– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih membutuhkan sekitar 10.000 penyuluh perikanan. Mereka merupakan garda terdepan dalam meningkatkan pemahaman para nelayan terhadap isu perubahan iklim.

Kepala Bidang Pelayanan Teknis KKP Hendra Yusran Siry mengatakan,saat ini pihaknya hanya memiliki sekitar 5.000 penyuluhperikanan. Jumlahtersebut masih kurang untuk memberikan pemahaman terhadap nelayan se-Indonesia seputar perubahan iklim. Untuk itu, seorang penyuluh harus pintar, mampu berkomunikasi intensif, dan bisa melakukan mobilisasi. ”Itu karena penyuluhlah yang menjembatani berbagai program pemerintah terhadap nelayan, khususnya mengenai perubahan iklim,”ujarnya saat training of trainers(ToT) penyuluh perikanan di Bogor kemarin.

Kegiatan ini digelar KKP; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); serta Indonesian Climate Trust Fund (ICCTF). Kepala Bidang Analisis dan Informasi Perubahan Iklim BMKG Dedi Sucahyono menyatakan, pihaknya sengaja menggandeng KKP untuk mengakses perubahan iklim dan memberitahukannya kepada para nelayan. Selama ini nelayan kesulitan memperoleh informasi mengenai perubahan iklim.Padahal,iklim berkaitan dengan kerja nelayan.

”Jadi dengan ini diharapkan nelayan bisa lebih mampu beradaptasi dengan iklim,”ujar Dedi. Menurut dia,walaupun akurasi informasi yang disampaikan sekitar60%,setidaknya halinidapat mengurangi biaya nelayan. Contohnya,nelayan tidak perlu membeli bahan bakar dalam jumlah yang banyak ketika mengetahui iklim di laut tidak memungkinkan mereka berlayar.

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/437551/

hendry sihaloho

KKP Butuh 10.000 Penyuluh PDF Print
Friday, 21 October 2011
BOGOR– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih membutuhkan sekitar 10.000 penyuluh perikanan. Mereka merupakan garda terdepan dalam meningkatkan pemahaman para nelayan terhadap isu perubahan iklim.

Kepala Bidang Pelayanan Teknis KKP Hendra Yusran Siry mengatakan,saat ini pihaknya hanya memiliki sekitar 5.000 penyuluhperikanan. Jumlahtersebut masih kurang untuk memberikan pemahaman terhadap nelayan se-Indonesia seputar perubahan iklim. Untuk itu, seorang penyuluh harus pintar, mampu berkomunikasi intensif, dan bisa melakukan mobilisasi. ”Itu karena penyuluhlah yang menjembatani berbagai program pemerintah terhadap nelayan, khususnya mengenai perubahan iklim,”ujarnya saat training of trainers(ToT) penyuluh perikanan di Bogor kemarin.

Kegiatan ini digelar KKP; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); serta Indonesian Climate Trust Fund (ICCTF). Kepala Bidang Analisis dan Informasi Perubahan Iklim BMKG Dedi Sucahyono menyatakan, pihaknya sengaja menggandeng KKP untuk mengakses perubahan iklim dan memberitahukannya kepada para nelayan. Selama ini nelayan kesulitan memperoleh informasi mengenai perubahan iklim.Padahal,iklim berkaitan dengan kerja nelayan.

”Jadi dengan ini diharapkan nelayan bisa lebih mampu beradaptasi dengan iklim,”ujar Dedi. Menurut dia,walaupun akurasi informasi yang disampaikan sekitar60%,setidaknya halinidapat mengurangi biaya nelayan. Contohnya,nelayan tidak perlu membeli bahan bakar dalam jumlah yang banyak ketika mengetahui iklim di laut tidak memungkinkan mereka berlayar. hendry sihaloho


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: