Posted by: Hendra Siry | 24 October, 2011

BMKG Adakan Pembekalan Informasi Cuaca Untuk Nelayan

Jumat, 21 Oktober 2011 – 14:26:40 WIB

( Wartajakarta ) —– Perubahan iklim sudah dapat dirasakan di Indonesia, salah satunya seperti perubahan cuaca ekstrim yang tidak menentu setiap waktunya yang dapat membuat perubahan kecepatan angin dan tingginya arus gelombang di laut.

Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan yang sebagian besar penduduknya bergantung pada hasil pangan dan hasil tangkapan ikan dari nelayan, maka perlu perhatian lebih terhadap fenomena perubahan iklim yang akan berdampak pada kegiatan usaha nelayan. Tanpa disadari, dampak perubahan iklim telah mempengaruhi sekaligus mengurangi produktivitas dan pendapatan bagi nelayan.

Nelayan terpaksa gagal melaut karena disebabkan oleh adanya perubahan cuaca yang terjadi dilaut, dilain sisi nelayan belum menyadari atau belum memahami pentingnya dampak negatif perubahan iklim serta bagaimana upaya untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim tersebut.

Dalam upaya meningkatkan pemahaman akan cuaca, musim, iklim dan perubahan iklim bagi nelayan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui pendanaan dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan perikanan Republik Indonesia melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) Perubahan iklim untuk sektor kelautan dan perikanan yang berlangsung di Bogor pada tanggal 20 -21 Oktober 2011.

“Kegiatan ini bertujuan untuk dapat memberikan pemahaman kepada penyuluh di sektor perikanan nelayan mengenai informasi perubahan iklim yang terkait dengan aktivitas perikanan yang disediakan oleh BMKG,” kata Dedi Sucahyono, Kepala Sub bidang Analisa
Informasi Perubahan Iklim BMKG.

Menurutnya, ICCTF adalah sebuah lembaga yang didirikan oleh pemerintah Indonesia dengan tujuan untuk memberikan kontribusi secara efektif dan efisien untuk pengarusutamaan isu perubahan iklim dalam perencanaan pemerintah dan pelaksanaan kegiatan perubahan iklim di seluruh Indonesia dengn menarik, mengelola dan memobilisasi pendanaan yang mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi, ekonomi rendah karbon dan dapat beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Modul bagi penyuluh perikanan dan kelautan yang berisi 8 (delapan) modul yaitu Pengenalan Iklim dan Perubahan Iklim, Fungsi dan Peran Penting Ekosistem Pesisir dan Laut, Karakteristik Laut Indonesia dan Dampak Perubahan Iklim, Dampak Perubahan Iklim Pada Ekosistem Pesisir dan Laut, Dampak Perubahan Iklim Pada Kegiatan Perikanan dan Ketahanan Pangan, Upaya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim, Memahami Informasi Iklim dan Perubahan Iiklim, Teknik atau Metode Penyuluhan Terhadap Pelaku Utama dan Pelaku Usaha. Selain itu para peserta juga melakukan kunjungan langsung ke lapangan.

“Bahasa yang disajikan di dalam modul yang diberikan kepada para penyuluh perikanan tidaklah terlalu teknis untuk dapat diserap kepada para nelayan di lapangan, diharapkan dengan pemahaman melalui informasi dari para penyuluh nantinya para nelayan dapat mengambil tindakan yang tepat dalam upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim,” kata Hendra Yusran Siry, Kepala Bidang Pelayanan Teknis dari Balai Riset Sosial Ekonomi Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sumber: http://www.wartajakarta.com/kategori/media.php?module=detailberita&id=1624

Diposting oleh : Hidayatullah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: