Posted by: Hendra Siry | 2 August, 2011

Penyu Hijau di Tanggamus Terancam Punah

Sumber : Media Indonesia, 25 Juli 2011
Bandarlampung

Direktur Yayasan CIKAL Lampung, Rico Stevanus, mengatakan, populasi penyu hijau di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung terancam punah karena banyaknya perburuan dan rusaknya lingkungan yang menjadi habitat tempat bertelur hewan tersebut.
“Habitat tempat penyu tersebut bertelur biasanya di Teluk Kiluan, Kelumbayan, Tanggamus,  namun saat ini sudah sangat jarang terlihat keberadaan hewan bertempurung itu,” ujarnya di Bandarlampung, Senin (25/7).

Menurut dia, maraknya perburuan dan pencurian telur hewan yang tergolong langka itu menyebabkan populasinya terus mengalami penurunan bahkan nyaris punah. “Saat ini populasi penyu tersebut sudah sangat minim sehingga perlu perhatian khusus dari seluruh elemen masyarakat agar dapat menjaga serta melestraikan hewan langka di dunia itu,” kata Rico. Ia menyebutkan, penyu hijau atau Chelonia mydas memiliki empat

pasang lateral scutes yang sangat jelas dan juga 1 pasang prefrontal scutes.

 

Selain itu, morfologi diagnostik penyu hijau adalah di setiap sirip dilengkapi dengan kuku tunggal. Pada penyu jantan dewasa, kuku-kuku pada sirip depan umumnya lebih besar dibanding dengan yang di belakang, dan secara fungsional berperanan penting pada saat kopulasi (untuk mencengkeram betina). “Penyu hijau saat ini lebih banyak ditemui di wilayah pesisir Kabupaten Lampung Barat sedangkan untuk daerah ini sudah sangat jarang,” terang dia.

Padahal, sebelumnya kawasan Teluk Kilauan merupakan tempat atau habitat hewan itu untuk bertelur, namun saat ini sulit ditemui di perairan Tanggamus, meskipun terkadang masih ada yang terlihat tetapi tidak banyak. Kepala Pekon (Desa) Kiluannegeri, Kadek Sukresna, mengatakan, kini sudah sangat jarang menjumpai penyu hijau di perairan Teluk Kiluan. Padahal, dulu jenis penyu ini sangat mudah ditemui.

Dia menjelaskan, pada tahun 2003-2004 memang pernah terjadi penangkapan massal terhadap penyu hijau di daerah itu untuk dibawa ke Pulau Bali. “Pascapenangkapan itu, populasinya terus menurun,” terang Kadek. Sekitar tahun 2007, ia melanjutkan, sempat dilakukan penangkaran penyu hijau di Teluk Kiluan. Namun, upaya penangkaran itu tidak berjalan maksimal. Selain penyu hijau di kawasan perairan Teluk Kiluan, juga dapat ditemukan penyu belimbing (dermochelys coriacea). Namun, ujar kepala pekon itu, seperti halnya penyu hijau, populasi penyu belimbing pun kini semakin sedikit. Sudah sangat jarang ditemukan di kawasan perairan Teluk Kiluan.


Responses

  1. kenapa g y berburu penyu hijau di kenakan saksi,biar dia tau ttg masalah penyu hijau, karena ada hanya pulau sumatera dan kalimatan, saya sagat perhaten ttg penyu d buru tangan serakah,coba LSM tegas menangani mslah,a.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: