Posted by: Hendra Siry | 28 October, 2010

Ketua DPR dikecam tokoh Sumbar!

(Istimewa)

MEDAN – Gempa bumi dengan kekuatan 7,2 SR Senin (25/10) kemarin menghantam Mentawai, Sumatera Barat, dan disusul dengan tsunami yang akhirnya menelan hampir 300 jiwa. Rasa duka yang juga dialami di Yogyakarta dengan meletusnya Gunung Merapi, membuat bangsa Indonesia menangis.

Namun sayangnya, ada pernyataan yang dilontarkan Ketua DPR RI, Marzuki Alie, yang menganggap sepele musibah yang terjadi di Mentawai. Pernyataan politisi Partai Demokrat ini menuai banyak kecaman. “Siapa pun yang takut kena ombak jangan tinggal di pinggir pantai. Sekarang kalau tinggal di Mentawai ada peringatan dini dua jam sebelumnya, sempat nggak meninggalkan pulau? “Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah,” kata Marzuki, hari ini.

Salah satu kecaman datang dari politisi Partai Golkar asal Sumatera Barat, Indra J Piliang, yang mengatakan bahwa bencana Mentawai adalah gempa dengan skala besar. Setiap hari, kata Indra, pejabat pemerintah ingatkan dan bahkan Presiden SBY memiliki staf khusus urusan bencana. “Jadi, ini bukan soal tempat tinggal di pulau atau di laut,” kata Indra, kepada Waspada Online, malam ini.

Indra mengatakan, masyarakat Mentawai sudah hidup ratusan tahun dengan kebudayaan atau peradaban pulau yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Tidak mudah mengubahnya dalam satu malam. Pernyataan Marzuki Alie menunjukkan pengetahuan yang bodoh atas sejarah dan budaya Mentawai. Dan itu tidak layak untuk keindonesiaan,” tegas Indra menyesal.

“Marzuki Alie berbicara diluar batas-batas sebagai jurubicara DPR. Dia melanggar kode etik sebagai seseorang yang dalam situasi sekarang lebih bertindak sebagai pengawas eksekutif, ketimbang pembela kepentingan kekuasaan. Mestinya dia bicara sebagai seorang legislator, bukan gladiator atau provokator kekuasaan,” kata Indra lagi.

Nada serupa juga dilontarkan Fahira Idris, Ketua Gerakan Masyarakat Cinta Damai. “Janganlah melontarkan pernyataan yang tidak pada tempatnya. Ini bisa menyakiti hati banya orang,” kata pekerja sosial asal Sumatera Barat ini, kepada Waspada Online.

Dosen Universtias Andalas ini mengatakan, pernyataan yang dilontarkan Marzuki Alie bisa menyinggung perasaan warga yang bermukim di pantai atau kepualaun, bukan hanya warga Mentawai. “Karena memang tinggal di kawasan pantai atau kepualaun bukanlah suatu kesengajaan, tetapi itu merupakan pilihan untuk kelangsungan hidup,” katanya.

“Sebagai pejabat negara, sebaiknya pak Marzuki mengeluarkan pernyataan yang lebih bijaksana dan jangan sampai menyakiti perasaan orang lain. Apalagi dalam suasana seperti saat ini, dimana warga Mentawai masih berduka atas bencana alam yang menimpa mereka. Hargailah mereka yang tinggal di kawasan pantai atau kepulauan sebagai pilihan hidup,” Fahira mengatakan.

Sementara itu, politisi Partai Demokrat Sumatera Utara, Mustofawiyah, mengaku bahwa para kader Demokrat diminta untuk menjadi fasilitator kepada pemerintah untuk pemberian perhatian bagi masyarakat pantai dan kepulauan di Indonesia agar mereka bisa lebih nyaman dan layak bermukim di kawasan kepulaun.

“Masyarakat Indonesia yang tinggal di kawasan pantai dan kepulauan memang memiliki resiko terkena bencana karena faktor geografis dan alam. Sehingga sudah harus menjadi kewajiban negara untuk memberikan rasa nyaman. Bagi bahasa politik, kader Demokrat harus menjadi fasilitator agar warga di kawasan pantai merasa nyaman,” katanya kepada Waspada Online.

Menurut Sekretaris Partai Demokrat Sumut ini, masyarakat yang tinggal di kawasan pantai dan kepulauan tidak diwajibkan untuk tinggal di kawasan itu. “Untuk itu, mereka harus siap dengan resiko karena merupakan hakekat alam. Jadi kalau ada pihak-pihak yang tersinggung atas pernyataan pak Marzuki, mereka salah. Karena memang mereka tidak siap dengan keadaan dan tidak memahami hakekat alam,” ujarnya.

Sumber: WASPADA ONLINE,  HARLES SILITONGA, Warta – Nasional & Politik


Responses

  1. Makanya jangan asal ngoceh…

  2. Mustofawiyah: “Untuk itu, mereka harus siap dengan resiko karena merupakan hakekat alam. Jadi kalau ada pihak-pihak yang tersinggung atas pernyataan pak Marzuki, mereka salah. Karena memang mereka tidak siap dengan keadaan dan tidak memahami hakekat alam,” ujarnya.

    sepertinya Mustofa ini mau cari muka. bela belain Marzuki yg tidak punya Nurani.
    tapi wajarlah, ketuanya aja Gak punya Nurani apalagi anggotanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: