Posted by: Hendra Siry | 15 October, 2010

Daging Penyu Masih Diperjualbelikan di Bali

Aktivis ProFauna Bali menduga, daging penyu masih diperjualbelikan di Pulau Dewata dengan menggunakan cara baru sehingga aktivitas pelakunya sangat sulit untuk dideteksi oleh petugas. “Kami menduga penjualan daging penyu masih ada di Bali, meskipun tidak terlalu banyak seperti dulu,” ujar Dionisius Utama, salah seorang aktivis ProFauna Bali di Mangupura, Kabupaten Badung, Jumat (15/10).

Ditambahkan, aktivitas penjualan daging penyu tersebut saat ini cukup sulit terdeteksi karena para penjualnya memiliki cara untuk mengelabui pihak berwenang. Salah satu caranya adalah dengan mencampurkan daging penyu yang akan dijual dengan ikan yang sudah dipotong-potong. “Diduga beberapa wilayah di Bali masih menjadi tempat penjualan daging penyu, tapi kami tidak bisa memberikan informasi tersebut,” katanya. Dikatakan, berdasarkan data yang diperoleh ProFauna, secara umum kasus penjualan daging penyu mengalami penurunan yang cukup drastis di Pulau dewata. Ini karena pihak kepolisian secara serius melakukan penegakan hukum terhadap para pelakunya.

“Menurunnya kasus penjualan daging hewan itu karena penegakan hukum telah sangat baik diterapkan, sehingga memberikan rasa jera bagi para pelakunya,” ujarnya. Dijelaskan, aktivitas penjualan daging penyu di wilayahnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Berbeda dengan wilayah di luar Pulau Dewata, seperti Kalimantan dan Sumatra, yang aktivitas penjualan daging penyu cukup banyak dan terbuka. Selain daging penyu, katanya, diduga di Bali masih cukup banyak penjualan telur penyu. Sehingga hal itu bisa mengancam populasinya di masa mendatang.

Berdasarkan data, jumlah telur penyu yang telah diselamatkan selama tahun ini sebanyak 8.000 butir. Dari jumlah tersebut sebanyak 7.000 telur telah ditetaskan, kemudian tukiknya dilepaskan di sepanjang Pantai Kuta. Penyu adalah hewan yang tetap bertahan hidup semenjak 100 juta tahun yang lalu hingga sekarang, katanya. Namun, dalam 50 tahun terakhir ini populasi penyu di alam terus menurun dengan drastis dan dikhawatirkan akan punah jika tidak ada upaya untuk melestarikannya. (Ant/sa/X-11)

Sumber: Media Indonesia, 15 Oktober 2010
Mangupura


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: