Posted by: Hendra Siry | 15 October, 2010

Cegah Banjir Ikan Impor!

Seorang Pria Membawa Ikan di Sebuah Pasar di India (Yahoo! News/REUTERS/Rupak De Chowdhuri)Perdagangan bebas dengan Cina ikut mendongkrak angka impor ikan. Ikan-ikan impor itu memang lebih murah ketimbang ikan produksi nelayan lokal. Menurut Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN), ikan impor bisa menjadi ancaman serius bagi perikanan nasional. Berdasarkan pemantauan MPN, produk ikan impor ini kebanyakan berasal dari Cina dan volumenya terus naik seiring perjanjian bebas ASEAN-Cina. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) makin memperketat izin. Dari hasil temuan Kementrian KP, ikan seperti tilapia hitam, kembung, salem, lele, dan patin adalah beberapa jenis ikan konsumsi yang diimpor. Harga ikan impor memang jauh lebih murah. Ikan salem dari Cina, misalnya, digunakan untuk usaha pindang ikan yang dijual di pasar tradisional DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Namun ikan Impor banyak yang mengandung formalin. Pemerintah diharapkan makin berpihak kepada nelayan dan industri perikanan dalam negeri. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Impor bisa menjadi kendali.

Sumber: [Ekonomi, Gatra Nomor 48 Beredar Kamis, 7 Oktober 2010]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: