Posted by: Hendra Siry | 25 February, 2010

Presiden RI terima Penghargaan PBB, Nusa Dua, Bali, 24 Februari 2010

Rabu, 24 Februari 2010

Pembukaan UNEP

//

Badan Lingkungan PBB (UNEP) telah menganugerahkan penghargaan khusus “UNEP Award for Leadership in Ocean and Marine Management” bagi Presiden RI, atas kepemimpinan dan komitmen Presiden RI selama ini pada berbagai isu lingkungan global terutama untuk isu kelautan.
“Penghargaan ini merupakan penghargaan yang saya persembahkan kepada seluruh bangsa dan rakyat Indonesia” kata Presiden dalam acara pembukaan Sidang Khusus ke-11 Governing Council UNEP/Forum Menteri-Menteri Lingkungan Hidup, di Nusa Dua, Bali. Pertemuan dihadiri oleh lebih dari 130 negara anggota PBB dan lebih dari 30 menteri. Dengan tema “Lingkungan dalam Sistem Multilateral”, pertemuan akan difokuskan pada tiga isu utama: tata kelola lingkungan global, ekonomi hijau serta keanekaragaman hayati dan ekosistem.
Tema pertemuan sangat relevan dengan upaya bersama seluruh negara dalam mencari solusi yang paling tepat dalam rangka pembangunan berkelanjutan. Kondisi lingkungan dunia saat sangat memprihatinkan. Presiden RI memggambarkan bahwa dalam 12 tahun terakhir dunia mengalami kenaikan suhu tertinggi sejak tahun 1850, sekitar 60% ekosistem dunia mengalami kerusakan serius dan eksploitasi sumber daya kelautan yang berlebihan berdampak negatif terhadap taraf kehidupan masyarakat pesisir.
Presiden RI berbagi visi dengan para peserta mengenai kontribusi Indonesia dalam mencegah kerusakan lingkungan global. Di bidang kelautan, Indonesia telah  menggelar Konferensi Kelautan Dunia (WOC) dan membentuk Coral Triangle Initiative (CTI) bersama lima negara tetangga. Di bidang kehutanan, Indonesia bersama-sama dengan sepuluh negara pemilik hutan hujan tropis lainnya telah membentuk the Forest Eleven (F-11), dan bersama Malaysia dan Brunei Darusalam telah membentuk Heart of Borneo.
Guna menjawab tantangan global pencegahan meluasnya kerusakan lingkungan, Presiden menyampaikan 5 (lima) langkah penting yakni: mengubah pola produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan; menghentikan tingkat kepunahan keanekaragaman hayati; mengembangkan paradigm pembangunan ekonomi hijau yang memperhatikan pelestarian lingkungan dan ‘pro-poor, pro-job, pro-growth’; menuntaskan negosiasi perubahan iklim akhir tahun 2010, dan pembahasan isu tata kelola lingkungan internasional pada tahun 2012.
Sekjen PBB, Ban Ki-Moon, menyampaikan pesannya agar negara-negara dapat meningkatkan upaya penurunan gas rumah kaca melalui target yang lebih ambisius dan sesegera mungkin memfinalisasi perundingan iklim. Direktur UNEP menyampaikan apresiasi atas upaya dan kepemimpinan RI dalam isu lingkungan global. Pengumuman Presiden RI terkait penurunan emisi gas rumah kaca nasional sebesar 26% tahun 2020 merupakan model yang diikuti oleh banyak negara berkembang lainnya. PBB juga memuji upaya penyelamatan terumbu karang melalui inisiatif CTI dan WOC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: