Posted by: Hendra Siry | 19 December, 2009

Dibangun, Sistem Pemantauan Laut Bisa Memantau Tsunami dan Kecepatan Angin

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional sedang merancang bangun sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh pasang surut air laut. Selain itu, juga sedang dirancang pemantau tinggi permukaan air sungai serta sistem peringatan dini banjir.

Kepala Bidang Pelayanan Teknis dan Pengembangan Masyarakat Pengguna di Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Momon Sadiyatmo menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Rabu (16/12).

Sistem pemantauan pasang surut itu diaplikasikan di empat lokasi pesisir bekerja sama dengan Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan serta pemerintah daerah setempat. Keempat lokasi itu adalah pesisir Kabupaten Pacitan (Jawa Timur), Pulau Pramuka (DKI Jakarta), Perancak (Bali), dan Pantai Sekotong Lombok (Nusa Tenggara Barat). Pada tahun-tahun mendatang alat ini akan dipasang di Sulawesi Utara, Kupang (Nusa Tenggara Timur), Kendari (Sulawesi Tengah), dan Natuna (Kepulauan Riau).

Selain memiliki sensor pengukur pasang surut air laut, tutur Momon, sistem ini juga terdiri dari komponen pengukur kecepatan angin dan arah angin serta pengukur turbiditas air laut. Dilengkapi dengan alat radio telemetri, data hasil pengukuran dapat diterima setiap lima menit di stasiun pengawas lokal.

Adapun dengan sistem komunikasi telemetri GSM-GPRS, data dapat dikirim ke stasiun pengawas pusat, tempat server data. Sistem-sistem tersebut saat ini dalam proses untuk kalibrasi dan mendapat sertifikasi nasional. Sistem pemantau ini diharapkan dapat menjadi bagian dari Simpul Lokal Tsunami Early Warning System (TEWS), yang dapat menampilkan data verifikasi bagi pemerintah daerah.

Kepala Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara Lapan Ignatius Loyola Arisdiyo mengatakan, dengan adanya sistem ini, pihaknya mengharapkan kerja sama lebih lanjut dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional.

Pemantauan air sungai

Selain merancang Sistem Data Kelautan Online, Lapan juga mengembangkan automatic water level, yaitu sistem yang digunakan untuk memantau ketinggian permukaan suatu perairan, bukan hanya laut, melainkan juga sungai, danau, dan waduk.

Fasilitas pemantau itu disebut Sistem Pemantau Aliran Sungai Terpadu, yang terdiri dari sensor pemantau ketinggian air sungai dan endapan sungai. Adanya fasilitas pemantauan ini memungkinkan pengembangannya untuk mendukung sistem peringatan dini bahaya banjir. Uji coba alat ini bekerja sama dengan Departemen Kehutanan dilakukan di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo, yaitu di daerah Keduang dan Sragen. (YUN)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: