Posted by: Hendra Siry | 12 October, 2009

Indonesia Perlu Atase Perikanan di Tiap KBRI

Kapanlagi.com – Pengamat ekonomi pertanian, Imam Churmen berpendapat, pemerintah perlu menempatkan Atase Perikanan di setiap Kedutaan Besar RI (KBRI), terutama di negara-negara yang potensial bagi pemasaran produk perikanan Indonesia.

“Adanya Atase Perikanan di tiap KBRI di luar negeri saya kira sudah mendesak, mengingat selalu adanya komplin pihak negara pembeli kepada produk perikanan Indonesia baik berkaitan dengan mutu, maupun tuduhan kontaminasi zat-zat beracun atau berbahaya,” kata Imam Churmen, di Jakarta, Jum’at (16/9).

Ia mengatakan, jika pada KBRI di negara-negara tertentu sudah dilengkapi dengan Atase Perikanan, tiap ada masalah keluhan bisa ditangani oleh atase, dan pihak KBRI pun bisa memberikan penjelasan sekaligus promosi bagi produk perikanan Indonesia.

Mantan wakil ketua komisi III DPR yang membidangi pertanian, kehutanan dan perikanan itu menyatakan, prihatin atas mencuatnya kasus penolakan bandeng produk Indonesia di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi mengakui, ekspor bandeng Indonesia saat ini ditolak masuk ke pasar Eropa dan Amerika Serikat karena dituduh mengandung zat kimia ‘malachite grenn’ yang bisa menyebabkan penyakit kanker.

Penolakan pasar Eropa dan AS itu, menurut Imam Churmen, harus ditanggapi serius dan cepat dicarikan solusi, sehingga produk perikanan Indonesia bisa diterima kembali di pasar kedua kawasan tersebut. Namun demikian, ia masih mempertanyakan kebenaran tuduhan tersebut, serta perlu diteliti apa motivasinya, sebab masalah tudingan seperti itu bisa saja merupakan bagian dari saingan perdagangan internasional.

“Saya kira, untuk barang ekspor termasuk bandeng harus memenuhi persyaratan internasional sebelum dibawa ke negara tujuan. Karena itu, kita juga perlu membela kepentingan industri perikanan nasional, namun juga memberikan perhatian serius agar tudingan semacam tidak terulang”, tambahnya.

Menteri mengatakan, departemennya sudah mengeluarkan surat edaran tentang larangan penggunaan ‘malachite green’ dan ‘leucomalachite green’ oleh para petambak ikan dan udang.

Kandungan bahan kimia itu juga bisa berasal dari air limbah pabrik tekstil yang masuk ke tambak melalui aliran sungai. Karena itu ia minta petugas dinas lingkungan hidup untuk memantau kendungan kadar kimia pada aliran sungai yang melintasi kawasan pabrik-pabrik tekstil. (*/dar)


Responses

  1. terimakasih tulisannya. lihat juga semua tentang pakpak di GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: