Posted by: Hendra Siry | 1 September, 2009

Jangan Biarkan Jakarta Tenggelam Karena Perubahan Iklim

Artikel oleh : Ani Purwanti

Jakarta akan tenggelam pada 2025. Pantai Jakarta akan bergeser dari tempatnya sekarang di Jakarta Utara ke kawasan Senen di Jakarta Pusat. Hanya sebagain Jakarta Timur dan Selatan yang tersisa? Itulah kalimat yang muncul dari paparan Rully Syumanda saat dialog interaktif South to South Film Festival (StoS) Roadshow bersama para siswa SMA Muhammadyah 1 Salemba, di Jakarta Pusat pada 20 Agustus lalu.

Mungkin banyak orang tidak percaya mendengarnya. Apalagi bagi orang yang selama ini tidak peduli akan kondisi lingkungannya. Namun itulah perkiraan para ilmuwan bila gaya hidup atau lifestyle masyarakat dunia khususnya penduduk ibukota Indonesia ini masih seperti saat ini.

Bila masyarakat masih boros dalam pemakaian bermacam produk untuk kebutuhan hidupnya, seperti makan, minum, mandi, berhias, bertransportasi, berkomunikasi, lalu tidak mengelola dan mengendalikan sampah yang dihasilkannya, menebang hutan, merubah fungsi lahan dan sebagainya, maka suhu bumi akan meningkat.

Bermacam kegiatan manusia itu menghasilkan gas karbondioksida (CO2), methana (NH4), nitroksida (N2O) yang dikenal sebagai gas rumah kaca. Konsentrasi gas rumah kaca di atmosfir yang menyelimuti bumi bermanfaat untuk menghangatkan bumi yang dingin. Namun bila konsentrasinya tidak stabil dan cenderung meningkat, maka suhu bumi meningkat dan terjadilah pemanasan global. Baca selengkapnya di http://www.stosfestival. org. Jika sekolahmu ingin dikunjungi untuk memutar film-film StoS, kirimkan saja data sekolah dan kontak personnya ke email stosfilmfestival@ gmail.com

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
Sekretariat South to South Film Festival 2010
Jl. Mampang Prapatan II/30 RT 04/RW 07 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Telp/Fax. 021-7941559
Email : stosfilmfestival@ gmail.com
Website: http://www.stosfestival. org

South to South Film Festival 2010 didukung oleh Sawit Watch, CSF, WALHI, JATAM, FWI, Gekko Studio, Ecosisters, Kiara, Goethe Institute, Solidaritas Perempuan dan SBIB


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: