Posted by: Hendra Siry | 13 August, 2009

Dampak El Nino Belum Terjadi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pusat memastikan, dampak fenomena El Nino belum terjadi sepenuhnya di Indonesia. Suhu permukaan air laut yang seharusnya dingin sehingga memunculkan musim kemarau yang sebetulnya, sampai saat ini suhu permukaan air laut masih hangat sehingga hujan sporadis masih terjadi di beberapa tempat.

Kepala Bidang Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Soetamto, Senin (27/7), pada acara diskusi BMKG dan media di Lampung tentang pemahaman dasar meteorologi, mengatakan, pemantauan dari Mei 2009, fenomena El Nino atau naiknya suhu muka air laut di kawasan ekuator sudah terjadi di Indonesia. Akan tetapi, fenomena tersebut ternyata belum memengaruhi suhu permukaan air laut di perairan Indonesia menjadi dingin.

Pada kondisi sebelumnya, begitu fenomena El Nino terjadi, suhu di permukaan air laut akan dingin. Kelembaban akan rendah sehingga tidak terjadi hujan. “Untuk fenomena El Nino 2009 ini aneh. Sampai Juli 2009 perairan Indonesia justru masih hangat sehingga di beberapa wilayah masih timbul hujan dengan curah hujan di bawah 50 milimeter,” ujar Soetamto.

Soetamto mengatakan, berdasarkan pemantauan, yang terjadi selama satu bulan terakhir adalah anomali atau hal yang tidak biasa, yaitu naik turunnya suhu muka air laut di Indonesia dengan cepat. Kenaikan dan penurunan antara minus setengah hingga satu derajat celsius.

BMKG pusat memasukkan fenomena tersebut sebagai anomali yang dimungkinkan terjadi akibat perubahan iklim karena terjadinya perubahan alam dan ulah manusia. BMKG menggolongkan fenomena El Nino tahun ini sebagai anomali karena El Nino biasanya terjadi periodik setiap 4 hingga 6 tahun sekali. Akan tetapi, mulai tahun 2000 hingga 2006 dan 2009, periode terjadinya fenomena tersebut tidak lagi sesuai.

Terhadap anomali tersebut, BMKG pusat masih terus melakukan pemantauan. “Pada Agustus 2009 dimungkinkan suhu muka air laut mulai turun sehingga curah hujan makin kecil,” ujar Soetamto.

Dimungkinkan fenomena El Nino yang menimbulkan dampak terjadinya musim kemarau yang sangat kering akan mulai terjadi pada September hingga November. Namun, dampaknya akan terjadi secara berbeda di setiap wilayah. Fenomena El Nino bergerak dari arah Australia menuju timur Indonesia dan terus ke bagian barat Indonesia. (hln)

Sumber: Kompas, 28 Juli 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: