Posted by: Hendra Siry | 13 August, 2009

Bahaya El Nino Ancam Indonesia

Akhir-akhir ini, pembicaraan soal fenomena alam El Nino di Tanah Air kembali ramai diperbincangkan. Tidak hanya masyarakat awam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun dibuat ikut sibuk dan menyatakan akan menyiapkan dana Rp 1 triliun dalam APBN 2010 untuk mengantisipasi El Nino. Materi perbincangan pun terfokus pada bagaimana dampak badai El Nino terhadap kondisi cuaca di Tanah Air berikut antisipasinya.

El Nino merupakan fenomena alam berupa badai yang kemunculannya dipicu oleh dinamika atmosfer berupa menghangatnya atau naiknya suhu permukaan laut dari rata-ratanya di Samudra Pasifik bagian tengah. Meskipun terjadinya di sekitar benua Amerika, dampak yang ditimbulkan badai juga ikut mempengaruhi cuaca di Indonesia.

Dampak yang ditimbulkan El Nino di Indonesia berupa makin panjangnya dan keringnya musim kemarau. Indonesia sudah mengalami dampak besar El Nino. Pada tahun 1997/1998, Indonesia mengalami dampak signifikan akibat badai ini.

Organisasi lingkungan internasional, Wetland International (WI), menyatakan, akibat kebakaran hutan tahun 1997, 1998, dan 2002 yang menghabiskan lahan hutan antara 1,5 juta dan 2,2 juta hektare, telah diemisikan gas karbon dioksida (CO2) sebesar 3.000 hingga 9.400 megaton/Mton (setara 818 hingga 2.563 Mton karbon dan setara antara 13 persen hingga 40 persen emisi dunia, dengan asumsi seluruh karbon adalah bagian dari CO2 hasil pembakaran).

Sedangkan, organisasi yang mengkhususkan diri di sektor kehutanan, CIFOR, mencatat pada peristiwa El Nino tahun 1997/98, 60 persen kabut asap di wilayah Asia Tenggara terjadi karena kebakaran lahan basah di Indonesia dan menghasilkan emisi karbon sebesar 0.81-2.57 Gt, sehingga menjadikan Indonesia sebagai penghasil polusi udara terbesar di dunia.

Dirasakan Signifikan

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sri Woro Budiati Harijono, mengemukakan, dampak El Nino akan dirasakan signifikan di Indonesia hanya dengan satu syarat, yakni jika suhu permukaan laut Indonesia yang mendingin. Sesuai dengan teori hukum fisika dasar, angin berembus dari daerah yang bertekanan udara tinggi (lebih dingin) ke daerah bertekanan udara rendah (lebih panas).

Karena suhu permukaan laut di Pasifik menghangat atau naik yang berarti bertekanan rendah, maka jika daerah-daerah di sekitar Pasifik (termasuk Indonesia) memiliki suhu muka laut yang dingin, maka angin termasuk uap air dari Indonesia akan ditarik ke Pasifik. Akibatnya tentu saja bisa diketahui, yakni terjadinya musim kemarau yang sangat kering.

Namun, dampak ini tidak akan berlaku, jika suhu permukaan laut Indonesia juga menghangat. “Jadi kalau dua-duanya menghangat, berarti tidak terjadi perbedaan tekanan udara. Jadi, meskipun El Nino kuat, tidak akan berpengaruh signifikan untuk Indonesia,” katanya.

BMKG memprediksi periodidasi kekuatan El Nino. Untuk bulan Juli hingga Agustus 2009, El Nino masuk kategori lemah, bulan September, Oktober, dan November 2009 kategori moderate (sedang), dan Desember 2009 sampai Januari 2010, kekuatan El Nino akan mencapai puncaknya dengan kategori kuat.

Akibat El Nino, BMKG memprediksi, musim hujan 2009 – 2010 di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan pada bulan September sebanyak 7 dari 220 zona ( 3 persen) musim seperti daerah Lampung, Musi Banyuasin, Bengkulu, dan Bengkalis.

Untuk bulan Oktober sebanyak 27 zona musim (12 persen), November di 128 zona musim (58 persen), dan bulan Desember di 63 zona musim (28 persen). Ketua Program Studi Meteorologi Institut Teknologi Bandung, Armi Susandi, memprediksi dampak El Nino tahun ini tidak akan sebesar tahun 1997. “El Nino tahun ini, intensitasnya lebih kecil,” ujarnya.

Menurut dia, El Nino pada tahun 1997 sangat besar intensitasnya, karena anomali SST (sea surface temperatur) maksimum mencapai 5 derajat Celcius di wilayah lautan Pasifik Timur (atau sebelah barat Peru). Tetapi, untuk saat ini anomaly SST diperkirakan hanya mencapai maksimum hingga 2 derajat Celcius di wilayah laut yang sama. Bahkan, kebanyakan model prediksi memperkirakan anomali SST hanya mencapai 1,3 derajat Celcius.

Sedangkan di perairan Indonesia, anomali SST akan mencapai -1 derajat pada periode ini. “El Nino periode ini diperkirakan akan mulai pada sekitar bulan Oktober 2009 dan berakhir pada bulan April 2010,” ujarnya.
Wilayah-wilayah yang akan terganggu akibat fenomena ala mini seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku. Wakil Ketua Kelompok Kerja Adaptasi Perubahan Iklim di Dewan Nasional Perubahan Iklim ini mengatakan, El Nino akan berdampak pada sektor pertanian, kehutanan, dan sumber daya air.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Yayasan Lokon yang berbasis di Tomohon, Sulawesi Utara, Prof Mezak Arnold Ratag, mengemukakan, saat ini Indeks ENSO atau anomali suhu di bagian tengah Pasifik saat ini sekitar 0,8 sampai 1. Sekitar 90 persen model-model yang ada, kata Mezak, memperkirakan angka ini bisa naik sampai sekitar 1,5 pada September sampai Desember.

Artinya, dengan angka ini sebagian besar prediksi banyak yang sepakat dengan istilah El Nino berkategori sedang atau moderate. Dikatakannya, walaupun model NASA memprediksi nilai maksimum sekitar 2,2, prediksi Yayasan Lokon memasukkan El Nino dalam kategori middle-range.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi fenomena cuaca ke depan, Mezak meminta masyarakat bersikap bijak dengan melakukan penghematan penggunaan air pada masa-masa penurunan curah hujan.
“Peringatan keras harus diberikan di kawasan-kawasan yang mempunyai kebiasaan membakar lahan atau hutan untuk membuka lahan baru seperti di Kalimantan dan Sumatera bagian selatan,” katanya. [SP/Erwin Lobo]

Sumber: Suara Pembaruan, 31 Juli 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: