Posted by: Hendra Siry | 6 August, 2009

Tidak Dihargai, Peneliti Indonesia Kabur ke Luar Negeri

TANGERANG, KOMPAS.com – Kepala Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Jeni Ruslan menyatakan para ahli peneliti Indonesia lebih banyak beralih keluar negeri daripada menjadi peneliti di negaranya sendiri.

“Banyak ahli dari peneliti Indonesia meninggalkan negara ini untuk menjadi peneliti di luar negeri, mereka mencari yang terbaik karena ditawari gaji yang mahal,” ujar Jeni di Tangerang.

Dia menjelaskan, dari puluhan ahli peneliti di Indonesia yang sebelumnya menjadi peneliti di Indonesia, kini setengahnya bekerja di beberapa pusat penelitian di luar negeri.

“Gaji para peneliti di Indonesia kecil dan minim, bila jabatannya segitu gajinya tetap segitu. Akibatnya banyak ahli peneliti Indonesia berlomba-lomba menjadi peneliti di luar negeri, karena tawaran gaji yang lebih besar dari pusat penelitian yang ada di luar negeri, akhirnya kita kehilangan ahli-ahli terbaik Indonesia,” kata Jeni.

Jeni menilai produk ciptaan para peneliti Indonesia kurang dihargai pemerintah, padahal mereka telah bekerja dengan maksimal dan dengan baik untuk menciptakan produk alat tersebut.

“Hasil kerja dari para peneliti kurang di-support pemerintah, setidaknya ada upaya pemerintah memberikan ruang gerak bagi peneliti untuk lebih mempromosikan hasil penelitian. Para peneliti pastinya sangat bangga jika hasil penelitiannya digunakan masyarakat luas, tetapi nyatanya produk para peneliti banyak disampingkan,” kata Jeni.

Dia juga menilai dana penelitian dari pemerintah kurang dan fasilitas laboratorium juga tidak mendukung penelitian.

“Seharusnya produk para peneliti kita harus dihargai, contohnya produk dari Digantara (PT DI) yang berhasil menciptakan pesawat terbang,”
kata Jeni.

Ia mengatakan, dengan kendala-kendala tersebut, peringkat Indonesia dari hasil penelitian masih jauh di bawah dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan India.

Sumber: Kompas, Minggu, 2 Agustus 2009 | 17:36 WIB

Advertisements

Responses

  1. berkunjung..

  2. Hmm, kasian juga mereka. Tapi bukankah seharusnya mereka juga punya idealisme demi bangsa ini? Mengapa pindah hanya karena uang?

  3. Keadaan yang dialami peneliti muda Indonesia memang sangat memilukan namun itulah kenyataan hidup sebagai Bangsa yang hanya giat melakukan manuver-manuver politik. Indonesia jelang 65 tahun merdeka masih saja sangat bergantung terhadap produk luar negri, hal ini terjadi oleh karena orientasi Pemerintah hanya masalah keuangan yang di dalamnya mereka bisa mendapatkan keuntungan secara pribadi. maka saatnya kita harus keras berpikir mencari solusi agar setiap anak2 terbaik Bangsa ini yang sedang studi maupun berkerja di luar Indonesia bisa diberikan peluang yg menantang untuk kembali dan berkarya bagi Ibu Pertiwi. salam Merah Putih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: