Posted by: Hendra Siry | 27 July, 2009

Penanaman Mangrove: Bersama-sama Menjaga Lingkungan

Bibit-bibit tanaman bakau tampak berjajar di pinggiran tambak. Masih berwarna hijau muda, tanda belum lama ditanam. Di pantai, tanaman bakau (mangrove) rapat menutup bibir pantai menjadi benteng bagi kehidupan di belakangnya.

Berawal dari rusaknya tambak karena banjir tahun 1993, penduduk Desa Tambakbulusan, Karangtengah, Demak, tergerak untuk melindungi lingkungan mereka. Saat itu, tambak tercemar sehingga ikan serta udang di tambak mati. Abrasi tidak dapat dicegah.

“Perbaikan baru dapat kami lakukan tahun 2005 ketika ada Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan dari pemerintah pusat. Saat itu, kami mendapat bantuan benih bakau untuk 25 hektar lahan. Setiap hektar ditanami 3.000 pohon,” ujar Kepala Desa Tambakbulusan Sutrisno ketika ditemui, Sabtu (25/7).

Waktu itu, Sutrisno bercerita, penduduk juga mendapat pengarahan bahwa menanam bakau dapat memberi banyak manfaat, seperti menangani abrasi dan menyerap racun yang dapat mencemari tambak. Tanggul tambak yang kian tergerus air laut pun kini terjaga dengan tumbuhan bakau di segala sisinya.

Desa itu secara berturut-turut kembali mendapat bantuan benih bakau pada tahun 2006 dan 2007. Tahun 2006 kembali lahan seluas 25 hektar ditanami bakau. Bahkan tahun 2007 luasan lahan yang ditanami bakau mencapai 125 hektar. Tanaman bakau di bibir pantai sepanjang 1,2 kilometer di desa itu sebagian merupakan tumbuhan alami, sebagian merupakan pohon bantuan.

“Namun, kalau hanya mengandalkan bantuan saja, tentu tidak cukup, karena luasan tambak di desa ini mencapai 419 hektar. Maka, penduduk pun berinisiatif menanam bakau,” ujar Sutrisno.
Kelompok Sumber Bago, pada awalnya ditunjuk mengoordinasi penanaman bakau bantuan dari pemerintah. Kelompok yang beranggotakan 68 orang itu pun bertugas menyosialisasikan manfaat tanaman bakau ke seluruh penduduk di desa itu, terutama para pemilik tambak.

“Sekarang sudah tidak perlu diberitahu lagi. Mereka (penduduk) sudah tahu bagaimana cara menanam, dan menangani tanaman yang rusak. Sebagian besar lebih memilih menanam tete (bibit yang langsung didapat dari tanaman induk) ketimbang menyemai lebih dulu dalam kantong plastik polybag. Hasilnya lebih bagus,” kata Sekretaris Kelompok Sumber Bago Muhammad Fatkullah.

Kini, desa itu bahkan menjadi percontohan penanaman bakau di tingkat nasional. Fatkullah mengatakan, desa mereka menjadi juara I dalam lomba penghijauan dan konservasi alam di tingkat provinsi dan akan mewakili Provinsi Jateng di tingkat nasional.

Meski demikian, Sutrisno merasa usaha mereka masih panjang. Pihaknya akan mengusahakan bantuan benih bakau dari pemerintah untuk menanami lahan yang belum terlindungi, sementara masyarakat terus diajak untuk menanam secara mandiri.

Ada pula sekelompok mahasiswa yang sejak 2001 giat mengampanyekan konservasi mangrove di pesisir Jateng. Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT) dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang, ini memberi penyuluhan dan pelatihan penanaman bakau kepada masyarakat pesisir.

Salah satu pengurus KeSEMaT, Farhan Pramudito, mengungkapkan, selain untuk mengembangkan penelitian tentang mangrove di kalangan mahasiswa, kelompok ini bertujuan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap ekosistem mangrove.

Mereka sudah memulai penanaman di beberapa wilayah pesisir yang rusak akibat tambak dan reklamasi berlebihan, di antaranya di Kota Semarang, Demak, dan Jepara. Terakhir, mereka memberi penyuluhan dan menanam 200 bibit bakau di Jepara.

Sumber: Kompas, 27 Juli 2009. Artikel oleh Amanda Putri Nugrahanti


Responses

  1. saya seneng baca artikel ini walaupun sudah tahun lalu…
    klo boleh saya minta diberikan informasi dimana dan kapan akan di adakan acara penanaman atau penyerahan bibit bakau,
    kalau bisa saya ingin ikut berpartisipasi,
    masih ada daerah yang butuh bakau lagi g ya?
    kalau bisa ksh info ya di email saya : arism76@yahoo.com
    thanks..

  2. mohon bantuannya dong! dimana saya bisa meminta sedikit bibit tanaman bakau. kalau boleh bisa kasih info di email saya : aguskummardi@ymail.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: