Posted by: Hendra Siry | 11 July, 2009

Ditangkap, Pencuri Terumbu Karang

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menangkap kapal nelayan Vietnam yang mencuri terumbu karang di Laut Natuna. Beberapa waktu lalu, Patroli Departemen Kelautan dan Perikanan menangkap delapan kapal China dan lima kapal Vietnam karena mencuri ikan.

Penangkapan kapal nelayan Vietnam berbobot mati 20 ton dilakukan Kapal Patroli Merpati 627, Sabtu (27/6) pukul 16.00. Kapal yang dinakhodai Tran Dinh Hoan dengan 17 anak buah kapal (ABK) itu ditangkap saat mengambil terumbu karang jenis Antiphates spp, koral hitam kelompok Anthozoa yang dilindungi.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Suhadi SW, Rabu (1/7), menyatakan, pengambilan koral hitam, yang juga dikenal dengan akar bahar, dilakukan dengan menyelam. Ditemukan barang bukti 140 kilogram akar bahar di palka. Kepala Polda Kalbar Brigadir Jenderal Erwin TPL Tobing menyatakan, polisi akan memproses secara hukum kasus itu.

Suhadi menyatakan, pada 10 Juni, Kapal Patroli Lumba-lumba 603 menangkap dua kapal nelayan Vietnam di sekitar Pulau Pengikik, yaitu kapal Hong Phuoc dengan 21 ABK dan kapal TG 2306 TS dengan 17 ABK. Namun, karena tak ada barang bukti, mereka hanya dikenai pidana keimigrasian dan akan dilepas.

Sebaliknya, Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP Aji Sularso tidak sependapat bahwa dua kapal nelayan Vietnam bisa dilepaskan. Mereka bisa dijerat dengan Undang-Undang Keimigrasian. “Kapal itu bisa dirampas untuk negara dan ABK bisa dikenai hukuman badan,” kata Aji.

Ancam TNK

Setelah perburuan liar yang menimpa rusa timor dan penangkapan ikan dengan bahan peledak atau zat beracun mereda di Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur, kini muncul ancaman baru berupa pukat cincin. Alat tangkap mirip pukat harimau itu mengancam perairan TNK yang dikenal sebagai habitat sekitar 1.000 jenis ikan hias dan ikan laut dalam berharga mahal, seperti kerapu dan napoleon.

Hal itu dikemukakan Kepala Bagian Tata Usaha Balai TNK Heru Rudiharto dan Frans Harum, General Manager PT Putri Naga Komodo (PNK), Rabu, secara terpisah. PNK adalah mitra Balai TNK yang bertugas mengelola pariwisata, membantu konservasi TNK , dan memberdayakan masyarakat Labuan Bajo, Kota Kabupaten Manggarai Barat.

“Ancaman baru TNK adalah nelayan yang menggunakan pukat cincin. Mereka beroperasi pada malam hari saat petugas tidak berpatroli,”kata Frans. Heru mengatakan, penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dan zat beracun serta perburuan liar terhadap rusa di Pulau Komodo, Rinca, dan Padar masih terjadi walau sudah menurun berkat patroli tim gabungan. (WHY/ANS)

Sumber: Kompas, 02 Juli 2009


Responses

  1. Di Anambas juga pernah tertangkap Pak kapal sejenis… usul ama DKP klu Kapal Nelayan Asing yg tertangkap di musnahkan saja….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: