Posted by: Hendra Siry | 6 July, 2009

Ekspor Ikan Pesimistis Tercapai

Jakarta, Antara – Ekspor hasil perikanan tahun 2009 yang ditargetkan mampu mencapai 2,8 miliar dollar AS dikhawatirkan tidak tercapai akibat kekurangan pasokan.

”Gambaran ekspor bulan Januari sampai dengan Maret 2009 ditandai dengan kurangnya pasokan, terutama udang dari produksi dalam negeri,” kata Direktur Pemasaran Luar Negeri Departemen Kelautan dan Perikanan Saut P Hutagalung di Jakarta, Minggu (5/7).

Saat ini unit pengolahan ikan (UPI) kesulitan mendapatkan udang untuk diekspor.

”Mudah-mudahan dengan kemitraan yang semakin baik antara asosiasi usaha, seperti Shrimp Club Indonesia (produsen) dan Asosiasi Pengusaha Cold Storage Indonesia (sebagai pengolahan atau eksportir) dapat memperbaiki kesesuaian jadwal musim tanam-produksi yang dapat meningkatkan kinerja ekspor,” ujar dia.

Ia menegaskan bahwa Indonesia kehilangan momentum baik untuk meningkatkan ekspor. Jika UPI membutuhkan antara 6.000 dan 7.000 ton udang per bulan, pasokan hanya berkisar 4.000 ton per bulan.

Untuk Mei hingga Juni 2009, kata Saut, situasi pasar yang kurang mendukung bisnis menjadi masalah.

Penguatan rupiah ke sekitar Rp 10.300 per dollar AS, pasokan udang berkurang, dan harga udang domestik yang relatif tinggi juga menjadi persoalan.

Ditambah lagi, beberapa negara produsen udang, seperti Thailand, kini sedang panen besar dan menjual dengan harga Rp 34.000 per kilogram untuk udang ukuran 50 ekor per kilogram. (gun)

Sumber : Kompas, Senin, 6 Juli 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: