Posted by: Hendra Siry | 29 June, 2009

Hentikan Pengambilan Batu Karang, Bisa Merusak Lingkungan

Para aktivis lingkungan di Maluku Utara (Malut) meminta kepada pemda setempat menghentikan pengambilan batu karang yang dilakukan masyarakat untuk bahan bangunan, karena dapat merusak kelestarian lingkungan laut. “Saya melihat masyarakat di sejumlah kabupaten/kota di Malut seperti di Kabupaten Halmahera Selatan dan Halmahera Tengah masih sering mengambil batu karang untuk bahan bangunan,” kata Djafar, aktivis lingkungan Malut, di Ternate, Senin (29/6).

Ironisnya, instansi pemerintah terkesan ikut mendorong masyarakat untuk terus mengambil batu karang, terbukti instansi bersangkutan membiarkan proyeknya seperti pembangunan gedung sekolah menggunakan bahan batu karang. Djafar mengatakan, batu karang memiliki fungsi sangat penting bagi lingkungan, seperti menjadi tempat berkembang biaknya ikan dan dapat memecah gelombang yang menghantam pantai.

Pemda harus menghentikan pengambilan batu karang tersebut dengan cara mengeluarkan aturan hukum, misalnya dalam bentuk peraturan daerah (perda) atau surat keputusan bupati mengenai larangan pengambilan batu karang.

Selain itu, pemda harus intensif memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian batu karang. Penyuluhaan itu sebaiknya melibatkan tokoh masyarakat dan berbagai organisasi sosial yang ada di daerah setempat. Pemda juga harus memberikan solusi sumber pendapatan bagi masyarakat yang selama ini menjadikan pengambilan batu karang sebagai sumber pencaharian, karena kalau tidak, mereka tetap akan mengambil batu karang.

Bupati Halmahera Selatan, Muhammad Kasuba membenarkan, masyarakat di daerahnya masih sering mengambil batu karang, baik untuk digunakan sendiri maupun dijual kepada pihak lain.Namun Pemkab Halmahera Selatan telah mengeluarkan larangan pengambilan batu karang di seluruh wilayah daerah itu. Masyarakat yang kedapatan mengambil batu karang akan diberi sanksi tegas.

“Masyarakat yang selama ini menjadikan pengambilan batu karang sebagai sumber pendapatan, diarahkan untuk melakukan usaha lain, seperti membudidayakan rumput laut,” kata Bupati.
Sumber: Kompas, 29 Juni 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: