Posted by: Hendra Siry | 22 April, 2009

Izin Pembangunan Tanjung Api-api Keluar

Di tengah permasalahan alih fungsi hutan bakau yang saat ini masih terus berlangsung, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, (Pemprov Sumsel) justru telah mengantongi izin prinsip pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Api-Api. Untuk segera merealisasi mega proyek ini, pada bulan Juni mendatang Pemprov Sumsel akan menggelar tender pemilihan konsultan yang akan mementukan calon investor yang akan membangu area industri Tanjung Api-api.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel Yohannes H Toruan, mengatakan, dengan diterimanya izin prinsip tersebut, kini langkah daerah ini selanjutnya  melakukan pemilihan  konsultan yang memiliki kemampuan. Selama ini sudah ada 25 lebih konsultan yang mencoba menawarkan diri. Namun Pemprov Sumsel  membutuhkan satu konsultan saja untuk selanjutnya konsultan ini akan memilih siapa investor yang akan membangun kawasan pelabuhan.

Pelaksanaan pembangunan pelabuhan itu tidak akan ditenderkan. Tetapi yang dilakukan adalah sistem beauty contest karena pembangunan pelabuhan itu tidak menggunakan dana APBD dan APBN, tetapi menggunakan dana investor. “Masa uang investor akan kita tenderkan. Ya tidaklah,” katanya. Menurut Yohanes, rencananya   pada September 2009, konsultan yang ditunjuk sudah mendapatkan investor yang akan membangun fasilitas dimaksud sehingga pada awal 2010 pembangunan satu paket yaitu pelabuhan dan jalan kereta api (double track) sudah bisa dilaksanakan. Menurut Yohanes, setidaknya dibutuhkan  10.000 lebih tenaga kerja jika proyek ini mulai direalisasi. Apalagi katanya, Gubernur Sumsel meminta pembangunan pelabuhan itu dipercepat.

Pemprov Sumsel tidak menghendaki  ada investor yang dapat izin, lalu menjualnya kembali ke investor lain. “Atau cari pinjaman ke bank namun investornya betul-betul mampu dan teruji,” katanya. Pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api sudah direncanakan setidaknya empat gubernur Sumsel sebelumnya. Mulai dari Sainan Sagiman, Ramli Hasan Basri, yang memerintah Sumsel dua periode, Rosihan Arsyad, Syahrial Oesman, Mahyuddin, hingga ke Alex Noerdin. Namun hingga kini proyek yang berlokasi di daerah pesisir Kkabupaten Banyuasin itu belum terealisasi.
Sumber: Jurnal nasional, 14 April 2009.  Artikel oleh Ida Syahrul.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: