Posted by: Hendra Siry | 21 April, 2009

Kerupuk Basah Kapuas Hulu

Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), tak hanya terkenal dengan keindahan panorama alamnya. Juga kerupuk basah, makanan khas daerah yang terletak sekitar 700 kilometer arah selatan Kota Pontianak ini. Orang Kapuas Hulu menyebut penganan ini dengan nama temet. Artinya kerupuk basah. Makanan berbahan baku ikan air tawar ini kali pertama dipopulerkan masyarakat Embalau, salah satu kecamatan di Kapuas Hulu. Lambat laun, makanan ini menjadi primadona sebagai makanan khas dari hulu Sungai Kapuas.

Kerupuk basah biasa dibuat dengan bahan dasar ikan air tawar. Namun, jenis ikan yang paling lezat di lidah adalah belidak. Ikan ini banyak dijumpai di Danau Sentarum. Danau yang juga menawarkan keindahan dengan bergam species ikannya. Cara meraciknya sederhana. Sebelum diolah, belidak dibedah terlebih dahulu untuk memisahkan bagian daging dengan tulang. Setelah itu, daging ikan digiling,  lalu dicampur bumbu sahang, bawang putih, dan garam secukupnya. Daging ikan dan bumbu lantas dicampur tepung kanji. Dibentuk selinder memanjang baru direbus.

Walau sederhana, kenikmatan sajian kuliner ini terasa tiada duanya. Unik. Sebab orang biasa mengenal kerupuk kering, dan biasa semata-mata pelengkap makanan pokok. “Makanan ini terbilang unik. Sangat nikmat dan sehat, bahan bakunya murni dari alam,” kata Nina, aktivis Yayasan Riak Bumi, lembaga yang konsentrasi mengawal Danau Sentarum.

Sayangnya, makanan ini sulit dijumpai di tempat lain. Untuk menikmati perlu waktu khusus mengunjungi kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Jaraknya terbilang jauh. Namun dipastikan perjalanan menuju danau seluas 132.000 hektare ini tak akan membosankan.

Danau Sentarum terletak  pada sebelah cekungan Sungai Kapuas. Dibatasi bukit-bukit dan dataran tinggi yang mengelilingi. Keadaan ini yang menjadikan Danau Sentarum sebagai daerah tangkapan air dan sekaligus pengatur tata air bagi daerah aliran Sungai Kapuas. Kawasan ini juga perwakilan ekosistem lahan basah danau di Kalimantan.
Sumber : Jurnal Nasional, 18 April 2009. Artikel oleh  Andi Fachrizal.


Responses

  1. bagus sekali……..
    mengenai tulisan yang mengatakan kerupuk basah susah ditemui di t4 lain, ada pengecualian..
    di jogja saya sering bikin(read: 1 minggu 1 x) untuk didistribusikan kepada teman2 mahasiswa n orang kapuas hulu yang di jogja……….
    terimakasih atas infonya, saya tertarik membacanya…………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: