Posted by: Hendra Siry | 25 March, 2009

Robot Ikan Pengendus Polusi

Teknologi robotik terus berkembang. Kali ini, lima robot ikan hasil kerja sama para ahli dari Universitas Essex, Inggris, dan konsultan teknik BMT siap mengendus polusi di perairan. Robot menyerupai ikan gurami sepanjang 1,5 meter dan bisa berenang seperti ikan sungguhan itu rencananya akan dilepas di sekitar Teluk Biscay, Gijon, utara Spanyol. Misinya, ”patroli” kualitas air dengan mencari sumber-sumber polusi di sana.

Untuk mendukung kesuksesan misi, setiap robot dipasangi sensor navigasi mini yang memungkinkannya beroperasi tanpa intervensi manusia. Sensor itu pula yang akan membimbing ”ikan” menuju sumber pencemar berbahaya, seperti kebocoran pipa-pipa di dasar laut atau tangki kapal. Adapun kecepatan berenangnya maksimal satu meter per detik. Dengan kondisi yang ada, operator tak perlu khawatir ikan ”jadi-jadian” itu akan dimangsa predator di alam.

Setiap ”ikan” yang dinamai Rory Doyle ini bertenaga baterai yang berdaya tahan maksimal delapan jam. Secara otomatis, ”ikan” itu akan kembali ke ”markas” untuk mengisi ulang baterai. Pada saat itulah, data-data kualitas air dikirim ke pengolah data melalui jaringan nirkabel. Perangkat canggih.

Ahli peneliti senior konsultan teknik BMT, yang turut membuat robot Rory Doyle, mengatakan, tim tersebut membangun desain efisiensi energi yang luar biasa. Efisiensi itu berupa sesuatu yang dibutuhkan untuk memastikan sensor detektor polusi mampu bekerja di lingkungan bawah air selama berjam-jam. Sejauh ini, para pembuatnya puas dengan kemampuan atau kinerja robot senilai Rp 290 juta (kurs Rp 10.000) per unitnya itu. Penelitian itu didanai Komisi Eropa.

Menurut rencana, robot-robot itu akan dilepaskan di perairan pada tahun 2010. Saat ini, sejumlah proses sedang diselesaikan. Guru besar Universitas Essex, Huosheng Hu, seperti dikutip kantor berita AFP, mengatakan, robot-robot tersebut dapat mengendus perubahan lingkungan perairan sejak dini sekaligus mencari penyebabnya. Langkah itu sangat vital sebelum bahaya yang lebih besar melanda perairan, yang bisa jadi muncul dari kebocoran kecil dari lambung kapal.

Meskipun masih tahap awal, sejumlah harapan telah dilambungkan, yakni pemanfaatannya yang lebih luas di seluruh jenis perairan di dunia. Sekali lagi, teknologi menunjukkan fungsinya yang mendukung kehidupan, termasuk demi pengelolaan perairan yang berkelanjutan. Secara lebih luas, arah pengelolaan kelautan dunia akan dibicarakan pada Konferensi Kelautan Dunia di Manado, Sulut, 11-15 Mei 2009.

Sumber : Kompas, 21 Maret 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: