Posted by: Hendra Siry | 21 March, 2009

Siaran Pers DKP: PBB Tetapkan WOC Sebagai Agenda Dunia

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi Omnibus PBB pada tanggal 17 Desember 2008 telah menetapkan World Ocean Conference (WOC) yang akan dilaksanakan pada tanggal 11-15 Mei 2009 di Manado sebagai salah satu agenda PBB. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan keanekaragaman hayati kelautan sanga besar (mega marine biodiversity) harus bangga karena berhasil menggagas isu kelautan sebagai isu dunia. Mengingat, selama 27 tahun terakhir isu kelautan sangat marjinal dibahas masyarakat dunia.

Kegiatan WOC merupakan tantangan bagi Indonesia untuk tampil sebagai salah satu negara unggulan di bidang kelautan dunia. Dengan mengambil tema Ocean and Climate Change, dan topiknya adalah “Ocean Impact to Climate Change and The Role of Ocean to Climate Change” akan membuat rancangan strategis. Dengan hadirnya 121 negara yang memiliki laut, diharapkan menyepakati Manado Ocean Declaration (MOD) pada WOC 2009, dan akan ditindaklanjuti dengan Rencana Aksi dan Implementasi Aksi. Disamping itu, akan diusulkan pembentukan World Ocean Forum. Dalam rangka mematangkan MOD, awal bulan ini juga telah dilakukan pertemuan dengan seluruh duta besar negara-negara sahabat di Jakarta guna mendapatkan masukan.

Dalam era perubahan iklim sekarang ini, peran laut menjadi vital dalam memitigasi iklim. Selain itu, laut juga dapat dimanfaatkan dalam menghadapi krisis global sambil mempertahankan fungsi konservasinya yang semakin memprihatinkan karena degradasi pantai serta daya dukung (bearning capacity) rusak, eksploitasi sumberdaya laut yang tidak bertanggung jawab, polusi serta berbagai bencana laut dan kemiskinan masyarakat pesisir.

Fungsi laut yang vital adalah sebagai penyerap karbon dan dalam tatanan global, ribuan pulau dikhawatirkan akan tenggelam dengan perubahan iklim akibat pemanasan global yang diakibatkan dengan mencairnya es kutub yang berdampak pada keseimbangan ekosistem kehidupan berkelanjutan. Oleh karena itu, apabila tidak dilakukan mitigasi dari sekarang maka diperkirakan pada tahun 2050 sebagian besar wilayah Jakarta Utara seperti Ancol, Pantai Indah Kapuk dan Tanjung Priok dikawatirkan akan tenggelam. Perkiraan seluruh Indonesia akan ada sekitar 2000 pulau yang akan lenyap dan tenggelam. Beberapa isu tersebut akan dibahas pada WOC 2009 nanti dan diharapkan akan diadopsi dalam Manado Ocean Declaration yang berisikan strategi mitigasi kelautan dunia dalam usaha dunia menekan dampak pemanasan global akibat perubahan iklim.

Disisi lain, Indonesia bersama Papua New Guinea, Kepulauan Solomon, Timor Leste, Malaysia dan Filipina berhasil menggalang kerjasama sebagai wilayah segitiga terumbu karang (coral triangle) yang paling penting didunia. Diwilayah negara ini walaupun luas lautnya hanya 2 persen dari luas lautan dunia tetapi melahirkan lebih dari 75% spesies makhluk laut didunia. Oleh karena itu pemimpin ke-enam negara ini mengambil inisiatif menyelamatkan terumbu karang untuk ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan. Prakarsa ini dikenal dengan nama Coral Triangle Initiative (CTI) dan pelaksanaanya dilakukan secara bersamaan dengan WOC pada tanggal 15 Mei 2009 di Manado, berupa CTI Summit (pertemuan 6 kepala negara).

Jakarta,  Maret 2009

Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi
ttd Soen’an H. Poernomo

PBB Tetapkan WOC Sebagai Agenda Dunia

Siaran Pers: No: B.32/PDSI/HM.310/III/2009,  17 Maret 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: