Posted by: Hendra Siry | 16 March, 2009

600 Ahli Kelautan Dunia Kumpul di Manado

Hasil World Ocean Conference 2009 di Manado bakal dibawa ke Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, Desember ini. “Sebab, konferensi di Manado akan membahas peran laut dalam perubahan iklim global,” kata Indroyono Soesilo, Sekretaris Panitia Nasional WOC yang akan dilakukan pada 11-15 Mei 2009.

Pada Konferensi Perubahan Iklim yang ke-13 di Bali, Desember 2007, pembahasan tentang peranan laut masih minimal. Indonesia kemudian mengambil inisiatif menggelar WOC. Konferensi Kelautan di Manado ini yang pertama dan rencananya diadakan setiap tahun. Sedangkan Konferensi Perubahan Iklim sudah 14 kali dilakukan, yang terakhir di Poznan, Polandia, akhir Desember lalu. Konferensi di Kopenhagen sangat penting karena menjadi dasar pijakan baru setelah Protokol Kyoto berakhir.

Hingga kemarin, 700 delegasi dari 146 negara menyatakan kesiapannya datang ke Manado, Sulawesi Utara. Ikut hadir juga enam kepala negara anggota Coral Triangle Inisiatif (CTI), yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. Amerika Serikat dan Australia yang menjadi mitra CTI juga hadir. Namun, delegasi Amerika tidak dipimpin Presiden Barack Husein Obama.

Salah satu event dari WOC adalah simposium ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan internasional. “Akan ada 32 sesi paralel yang membahas 610 paper,” kata Aryo Hanggono, Kepala Pusat Riset Teknologi Kelautan, Departemen Kelautan dan Perikanan. Sekitar 300 pembicara berasal dari luar negeri.

Para ilmuwan itu akan membahas berbagai isu kelautan, seperti hiu dan ikan pari, akuakultur, bioteknologi, energi, coelacanth, CO2 sink, kesehatan dan biomedis, teori Darwin dan Wallace, serta dampak perubahan iklim. Acara lain yang menyertai konferensi adalah pameran iptek dan industri bahari, festival kelautan, serta pendidikan bahari bagi remaja di tiga kapal riset. Menurut Aryo, setelah konferensi di Manado selesai, pihaknya mulai melancarkan kampanye cinta laut bagi remaja di Tanah Air.

Sumber: Koran Tempo, 11 Maret 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: