Posted by: Hendra Siry | 13 February, 2009

DKP Tingkatkan Daya Saing Sektor Kelautan dan Perikanan Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Siaran Pers DKP, 13 Pebruari 2009 No. 20/PDSI/II/2009

Tahun 2009 merupakan tahun penutup pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009 dan awal tahapan 2010-2014. Selama kurun waktu yang lalu, pembangunan sektor kelautan dan perikanan telah memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap pembangunan nasional.  Salah satunya adalah peningkatan kontribusi PDB sektor kelautan dan perikanan pada tahun 2008 terhadap PDB nasional non-migas yang mencapai Rp 92,22 triliun (2,9%) atau paling tinggi dibandingkan beberapa sektor lainnya yaitu sebesar 37,06%, padahal anggaran Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sebesar Rp 3,4 triliun, angka yang relatif kecil dibandingkan sektor-sektor pertanian dan kehutanan. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DKP di Jakarta (12/2).

Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh komponen bangsa, terutama nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, dinas kelautan dan perikanan propinsi dan kabupaten/kota, perguruan tinggi, masyarakat dan stakeholders kelautan dan perikanan lainnya, tidak terkecuali peran para insan pers. Pencapaian tersebut hendaknya dapat ditingkatkan pada periode 2010-2014, yakni dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia dalam rangka meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan untuk kesejahteraan masyarakat, sebagaimana tema yang diangkat dalam Rakornas kali ini.

Daya saing dan kesejahteraan rakyat merupakan tantangan yang harus dihadapi, seperti krisis ekonomi dunia, perubahan iklim global, penurunan daya dukung SDA dan kewajiban pengelolaan sumberdaya secara berkelanjutan, masih adanya kemiskinan dan pengangguran, serta praktek ilegal dalam pemanfaatan sumberdaya perairan. Kondisi inilah yang menjadi landasan DKP dalam menyusun RPJM 2010-2014 sektor kelautan dan perikanan. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan pendekatan strategik, yang dimulai sejak tahap perencanaan hingga implementasinya yang didukung secara terpadu oleh seluruh stakeholders, masyarakat, swasta dan pemerintah. Penyelenggaraan Rakornas ini merupakan salah satu sarana untuk menciptakan koordinasi perencanaan pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2010 dan meletakan landasaran dalam penyusunan RPJM 2010-2014.

Pelaksanaan program DKP diharapkan berjalan secara sinergis dengan pemerintah daerah, sehingga dukungan daerah akan lebih menguat. Fokus program diarahkan untuk pencapaian 3 (tiga) indikator sasaran  utama. Pertama, pro poor. Meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan dan masyarakat pesisir menjadi sebesar Rp. 1,5 juta per orang per bulan, dan meningkatnya jangkauan program pemberdayaan masyarakat sebesar 16% (850.000 orang) dari populasi masyarakat pesisir yang miskin, termasuk pemberdayaan perempuan sebanyak 350.000 orang. Kedua, pro job.  Meningkatnya penyerapan tenaga kerja kelautan dan perikanan menjadi 10,02 juta orang. Ketiga, pro-growth. Meningkatnya kontribusi PDB perikanan terhadap PDB nasional non migas (tidak termasuk pengolahan) menjadi 5,00%

Adapun sasaran output yang hendak dicapai yaitu: (1) Meningkatnya produksi perikanan menjadi 12,73 juta ton dengan produksi hasil olahan 4,0 juta ton; (2) Meningkatnya ekspor hasil perikanan menjadi US$ 2,8 miliar; (3) Meningkatnya penyediaan ikan untuk konsumsi menjadi 30,17 kg/kapita/tahun; (4) Meningkatnya jumlah kab/kota yang menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan wilayah pesisir terpadu sebesar 40%, untuk mewujudkan lingkungan pesisir dan laut yang bersih, sehat, produktif sehingga dapat menjamin produktivitas sumberdaya perikanan serta keanekaragaman hayati laut; (5) Meningkatnya jangkauan wilayah operasi kapal pengawas dan kemampuan SDM pengawasan dan pengendalian sumber daya kelautan dan perikanan dalam rangka illegal fishing sebesar 15%; (6) Meningkatnya kualitas SDM kelautan dan perikanan sebanyak 4.500 orang dan meningkatnya fungsi penyuluh untuk 3.000 orang; (7) Meningkatnya utilitas Unit Pengolah Ikan (UPI) menjadi 70%; (8) Tersedianya data statistik dan informasi kelautan dan  perikanan yang akurat dan tepat waktu; dan (9) Meningkatnya sumber daya riset kelautan dan perikanan  serta pemanfaatan IPTEK berbasis masyarakat.

Sasaran yang tidak sederhana tersebut tentu tidak cukup dengan hanya ketersediaan man, money dan material. Yang lebih penting lagi adalah adanya paradigma kebaharian yang besar pada setiap jajaran, serta komitmen yang tidak pernah luntur dalam berjuang meraih tujuan. Dan tentu saja, adanya kecerdasan berkreasi, serta kebersamaan dalam bertindak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: