Posted by: Hendra Siry | 19 January, 2009

Krisis Kelautan Diangkat ke Layar Lebar

Siaran Pers WWF:
WWF Berupaya Menemukan Solusi Nyata untuk Permasalahan Penangkapan Ikan Berlebihan yang Terus Memburuk

Gland, Switzerland, 19 Januari 2009 – Film layar lebar dokumenter pertama mengenai dampak penangkapan ikan berlebihan terhadap kondisi laut global akan diputar perdana pada acara sineas bergengsi Sundance Film Festival, 19 Januari. The End of the Line – sebuah film indie yang diproduksi dengan dukungan WWF – bertujuan memberi peringatan pada kita atas jumlah cadangan ikan di laut yang terancam habis dan membangunkan aksi politisi dan konsumen untuk perikanan yang bertanggungjawab.

The End of the Line – terpilih untuk masuk dalam kompetisi the World Cinema Documentary dan dijadwalkan untuk pemutaran perdana di seluruh jaringan bioskop di dunia tahun ini – menegaskan pentingnya jaringan kawasan perlindungan laut, pengelolaan perikanan yang baik dan konsumsi hidangan laut yang berkelanjutan sebagai solusi-solusi kunci untuk perbaikan kesehatan laut. “Peluncuran film The End of the Line memberi kesempatan untuk mengangkat krisis perikanan kepada publik dan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai apa yang sesungguhnya terjadi dengan laut kita dan apa yang bisa dilakukan untuk itu,” ujar Miguel Jorge, Direktur Program
Kelautan WWF Internasional. “Karena hanya sedikit orang yang tahu mengenai kondisi laut kita, kami berharap film ini bisa menjadi stimulan bagi para pecinta film untuk memilih seafood yang dihasilkan dengan cara-cara yang bertanggung jawab.”

Film ini dibuat berdasarkan buku The End of the Line, karya Charles Clover, seorang Editor Lingkungan untuk harian Inggris The Daily Telegraph, disutradarai oleh Rupert Murray. WWF memberi dukungan ahli-ahli kelautan dan menyediakan fasilitas di beberapa lokasi pengambilan gambar, serta menjadi salah satu organisasi yang membiayai proyek ini. Namun film ini tetap independen secara keseluruhan. “Penangkapan ikan berlebihan adalah ancaman  langsung terbesar untuk laut kita, dan film ini mengedepankan beberapa contoh paling kasat mata tentang eksploitasi
yang berlebihan terhadap sumber daya laut, seperti habisnya cadangan tuna sirip biru di laut Mediterania,” tambah Jorge.

“Perlu diketahui bahwa ada beberapa pelaku dalam sektor perikanan yang sedang berusaha keras untuk menangkap ikan dengan cara yang bertanggung jawab dan menyediakan hidangan laut yang sehat untuk konsumen dan tidak berdampak negatif untuk laut, dan WWF berkomitmen untuk membuka peluang kerjasama bagi pihak-pihak yang proaktif dan progresif ini.”

Imam Musthofa, Koordinator Nasional Program Perikanan WWF-Indonesia menambahkan, “Masyarakat Indonesia juga perlu disadarkan mengenai hal ini, karena seluruh dunia saat ini mengarahkan armada, pancing dan jalanya ke laut Indonesia dan sekitarnya, yaitu Laut Cina Selatan, Samudera Hindia dan Pasifik Barat. Kawasan ini diincar untuk ikan-ikan komersial seperti tuna, cakalang, kerapu dan ikan-ikan karang lainnya.”

WWF, salah satu pengusung advokasi untuk perikanan yang bertanggung jawab dan konsumsi hidangan laut yang berkelanjutan, mendukung upaya-upaya untuk membangun kesadaran tentang kondisi laut yang menyedihkan sambil terus menawarkan pilihan dan solusi yang bisa diterapkan. WWF bekerjasama dengan para pionir dalam industri seafood – dari petani/petambak dan nelayan hingga pembeli – dan pemerintah untuk memperbaiki pengelolaan perikanan global, menyediakan seafood dari sumber-sumber yang berkelanjutan, menciptakan standar-standar sertifikasi produk seafood, dan memenuhi permintaan konsumen akan seafood yang bertanggung jawab.

Dengan bekerja bersama pemerintah dan industri, WWF telah menunjukkan bahwa perikanan yang bertanggung jawab dan perbaikan kondisi laut adalah hal yang mungkin, dan menghimbau konsumen untuk memilih hidangan laut yang berlabel Marine Stewardship Council (MSC), sebuah cara yang sederhana dan bisa diandalkan untuk mendapatkan seafood yang ramah lingkungan.

Kontak WWF untuk informasi lebih lanjut:
– Sarah Bladen, Manajer Komunikasi Program Kelautan, WWF-International, t + 41 22 364 9019, m +41 79 415 0220, e sbladen@wwfint.org
– Imam Musthofa, Koordinator Nasional Program Perikanan, WWF-Indonesia, t + 62 21 576 1070, m +62 812 385 3921, e imusthofa@wwf.or.id
– Dewi Satriani, Manajer Komunikasi Program Kelautan, WWF-Indonesia, t + 62 21 576 1070, m + 62 811 910 970, e dsatriani@wwf.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: