Posted by: Hendra Siry | 14 December, 2008

Kawasan Konservasi Pesisir Bernilai Tinggi

Kawasan konservasi pesisir yang selama ini dianggap menghambat pengembangan ekonomi, justru bernilai ekonomi tinggi jika dikelola secara profesional. Kawasan ini bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah, karena biota laut di luar zona inti akan semakin banyak dan mudah didapat.

“Lahan konservasi pesisir memberi banyak manfaat bagi masyarakat, antara lain sebagai tempat berkembang biaknya berbagai biota laut, serta lokasi wisata,” ujar Direktur Konservasi dan Taman Nasional Laut Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Agus Dermawan, kepada SP, di Jakarta, Selasa (9/12).

Agus mengemukakan, keberadaan dan manfaat kawasan konservasi laut dan pantai (pesisir) memang tidak bisa dihitung langsung secara ekonomi. Aneka jenis tanaman laut dan berkembangnya biota laut, seperti ikan, kepiting, dan udang, baru terasa manfaatnya setelah hutan bakau (mangrove) tumbuh lebat dan luas.

Di Australia, kawasan konservasi pesisir bisa memberi kontribusi senilai Rp 5,5 triliun per tahun. Di Indonesia, menurut Agus, jika dikelola dengan baik bisa mem- beri kontribusi lebih be- sar dari itu karena luas dan beragamnya wilayah konservasi pesisir di Tanah Air. Untuk memperoleh hasilnya, diakui, harus dikaji lebih detail.

DKP bersama pemerintah daerah sudah mengembangkan 32 daerah konservasi pesisir seluas 3,2 juta ha. Sedangkan, Departemen Kehutanan mengelola taman nasional laut (TNL) seluas 5,5 juta ha, sehingga total kawasan konservasi pesisir mencapai 8,7 juta ha.

Target 10 Juta Ha

Agus menjelaskan, target luasan kawasan konservasi pesisir pada 2010 ditetapkan 10 juta ha. Dengan adanya rencana tambahan 4 juta ha kawasan pesisir Laut Sawu di NTT tahun 2009, maka target akan terlampaui. Pemerintah juga menargetkan tambahan 10 juta ha lagi pada 2020.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, Afliana Salean, mengatakan, DKP dan Pemprov NTT sedang mengkaji kemungkinan menetapkan sebagian wilayah Laut Sawu menjadi kawasan konservasi perairan laut nasional. Perairan ini kaya akan berbagai biota laut langka, termasuk ikan paus dan penyu. [S-26]
Sumber: Suara Pembaruan, 10 Desember 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: