Posted by: Hendra Siry | 17 September, 2008

Menguliti Keuntungan dari Pengolahan Kulit Rajungan

JAKARTA, KOMPAS– Makanan dan minuman yang mengandung pengawet kimia terbukti bisa mengakibatkan penyakit kanker. Alhasil, kini, produsen makanan dan minuman berlomba mencari bahan pengawet alami. Salah satu pengawet alami yang kini banyak dipakai adalah kitosan yang terbuat dari kulit udang atau kulit rajungan.

Rajungan sudah lama menjadi menu seafood favorit. Daging rajungan yang tersembunyi dibalik kerasnya kerapas atau cangkang binatang itu, sungguh lezat terasa di lidah. Rasanya gurih, empuk dan mak nyus.

Selain dagingnya, cangkang rajungan ternyata juga sedang menjadi primadona. Rupanya, kulit rajungan mengandung kitosan. Ini adalah sejenis zat yang bisa digunakan sebagai bahan pengawet makanan.

Selain itu, produsen kosmetik pun mulai memanfaatkan kulit rajungan itu. Sebab, cangkang rajungan juga mengandung zat yang berfungsi sebagai fungisida atau bahan anti jamur.

Walhasil, kini ekspor kulit rajungan menjanjikan peluang besar. Afif Firdaus, pengusaha kulit rajungari, menyatakan bahwa permintaan kulit rajungan makin meningkat. Harga jual limbah kulit rajungan juga lumayan tinggi.

Pemilik PT Alam Amanah itu menjual kulit rajungan Rp 1.500 per kilogram kepada beberapa eksportir kulit rajungan di Pulau Jawa, dan Rp 2.500 per kilogram kepada eksportir di Lampung. Selain memasok kepada para eksportir, Afif juga menyetor berton-ton kulit rajungan ke beberapa pabrik kosmetik di dalam negeri.

Afif biasanya membeli sekilo kulit rajungan Rp 700 sampai Rp 1.000 dari para pengumpul kulit rajungan. Dia mendapatkan pasokan limbah kulit rajungan dari peternak rajungan di Madura dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam sepekan, Afif bisa mengirim 5 top kulit rajungan ke pemesan. Sayang, bisnis kulit rajungan ini terbentur ketersediaan pasokan. “Pasokan sering seret,” tandasnya.

Pengolahan limbah kulit rajungan sehingga layak jual tergolong sederhana. Afif cukup mencuci kulit rajungan itu sampai bersih dan lantas menjemurnya sampai kering betul. “Kulit atau cangkang rajungan yang bagus untuk ekspor adalah kulit rajungan yang besar-benar kering,” katanya.

Zulkifli, pemilik CV Mikro Alam Lestari di Lampung menambahkan, panen rajungan memang jarang, hanya dua kali dalam setahun yakni pada Juni dan Desember. Kendati begitu, jika melihat tingginya permintaan, usaha kulit rajungan memang menggiurkan.

Setiap pekan, dia mampu menjual 5 ton kulit rajungan. Alhasil, pengusaha yang sudah merintis bisnis kulit rajungan sejak 1996 ini mampu mengumpulkan pendapatan kotor sekitar Rp 1,2 juta per pekan. “Permintaan sebenarnya lebih besar. Tapi, yang terkumpul cuma itu,” imbuhnya.

Menurut Zulkifli, eksportir yang membeli kulit rajungan darinya, kebanyakan mengekspornya ke Jepang. Biasanya untuk campuran pakan ternak yaitu konsentrat. (Fransisca Firlana)


Responses

  1. wah bagus neh artikel..

    btw pabrik pengolahan rajungan yang ada di jakarta dan banten ada apa aja ya??

    kalo ada info tlong dikirim yaa…

    tks

  2. Saya ingin membeli kulit rajungan kering. Mohon penawaran harganya ke email : lanny_sh@yahoo.comatau hub.hp 08122738610 .

  3. kalau boleh tau kira2 masih membutuhkan kulit rajungan dalam jangka panjangkah?bila memungkinkan saya ingin memulai bisnis baru ini tapi saya belum tau caranya?bila berkenan saya diberikan kesempatan untuk peluang usaha saya.Tolong hubungi nomor hp.saya 085730201753/085731714327.Nama:Bu MiA dari Surabaya.terimakasih atas perhatiannya.

  4. pa saya ada rajungan brankas(rajungan mentah) pasokan dari nelayan brangkali bapk berminat hub kami kirmanto>081548059242 atau tarjuki> 085641230790, TEGAL ,terimakasih atas perhatian nya.

  5. kalau ada yg minat beli kulit, cangkang rajungan silahkan hubungi saya
    di no. 085242553336 / 087865110888 atau di email : nirwanasurgaindonesia@yahoo.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: