Posted by: Hendra Siry | 24 August, 2008

“IOSEA” Apresiasi Konservasi Penyu di Indonesia

Denpasar (ANTARA News) – Negara-negara kawasan Samudera Hindia dan Asia Tenggara yang tergabung dalam The Indian Ocean and South East Asia (IOSEA), memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya konservasi penyu laut di Indonesia yang dilakukan dengan menerapkan berbagai aturan melalui sejumlah tahapan.

Berbagai upaya pemeliharaan dan perlindungan terhadap enam jenis penyu di Indonesia guna mencegah kepunahan, akan bisa menjadi contoh negara lain, kata Sekjen IOSEA, Douglas Hykle, pada pertemuan ke-5 IOSEA di Sanur, Bali, Rabu.

Melalui pertemuan anggota IOSEA yang berlangsung hingga Sabtu (23/8), delegasi dari berbagai negara anggota yang melihat langsung konservasi penyu di Indonesia, dapat saling bertukar informasi ilmiah dan teknis, guna meningkatkan kerjasama promosi internasional.

Pertemuan tersebut, katanya, dimaksudkan untuk memfasilitasi pengembangan rencana aksi pengelolaan dan konservasi penyu serta mengidentifikasi kebutuhan program mitigasi interaksi antara ikan dan penyu, seperti perlindungan telur dan tempat penyu betina bertelur di pantai.

Menurut Douglas Hykle, promosi jaringan dan kemitraan dimaksudkan untuk mendorong implementasi kesepakatan IOSEA tentang penyu laut sebagai bagian dari aktivitas internasional dalam konservasi dan pengelolaan penyu.

Dari 44 negara anggota IOSEA, 28 negara di antaranya telah menandatangani kesepakatan tersebut, termasuk Indonesia, dan yang terakhir dilakukan Oman.

Upaya pelestarian penyu menjadi perhatian dunia, mengingat dari ribuan telur yang menetas, sangat sedikit yang bisa bertahan hidup hingga dewasa.

Seperti penyu hijau di berbagai daerah di Nusantara yang berpotensi mencapai sekitar 40.000 ekor, dalam dua bulan masing-masing induk mampu bertelur delapan kali, dengan jumlah telur 110 butir. Namun dari setiap 1.000 telur yang menetas, diperkirakan hanya dua ekor yang bertahan hidup hingga dewasa.

IOSEA merupakan lembaga kerjasama antarnegara kawasan Samudera Hindia dan Asia Tenggara serta negara lain yang memiliki perhatian terhadap pelestarian penyu.

Ancaman utama terhadap penyu laut terutama oleh kegiatan eksploitasi yang tanpa menjaga kelestariannya (unsustainable exploitation), perusakan terhadap habitat khususnya tempat bertelur dan mencari makan, serta kematian akibat penangkapan tak sengaja oleh nelayan.

Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan kampanye terpadu untuk menyelamatkan penyu melalui penerapan sejumlah peraturan, termasuk yang terkait dengan penangkapan ikan.

Pihak-pihak yang melakukan pelanggaran, seperti perusahaan bidang perikanan yang terbukti menangkap penyu, dikenakan sanksi berat sesuai ketentuan yang ada.

Dijelaskan bahwa penangkapan ikan dengan pukat harimau harus menggunakan jaring “TED” (turtle extrude devices) yang secara otomatis akan meloloskan penyu yang tertangkap kembali ke laut.

Penangkapan ikan dengan cara memancing, katanya, juga disyaratkan menggunakan kail berbentuk huruf “C” yang bisa menyelamatkan penyu dan dilarang memakai kail berbentuk “J” yang menjerat dan mematikan penyu.

Menurut Freddy, kini telah ditetapkan sejumlah lokasi konservasi yang merupakan kawasan tempat tertelur penyu, seperti habitat penyu hijau di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur dan penyu belimbing di Janursba Medi serta Warnon di Papua.

Perlindungan dan pelestarian penyu juga dilakukan melalui berbagai upaya, seperti mencegah pemangsaan telur oleh burung elang dan biawak, maupun tindakan perburuan sarang telur penyu oleh masyarakat.(*)


Responses

  1. salam kenal saya mahasiswa hukum UI smstr 5. Saya dalam tugas mengenai kasus penyu yang tertangkap oleh jaring nelayan.
    untuk data seperti itu saya bisa dapatkan dimana yah? tx. (lesmana.supra@gmail.com)

  2. ass…perkenalkan bang, saya hartoni alumni ilmu kelautan unri angkatan 98…saya skg bekerja di PS. Kelautan Univeritas Sriwijaya…saat ini saya lagi s2 di IPB…bang sekarang kita lagi dapat tugas tentang GLOBAL WARMING DIKAITKAN DENGAN MANROVE DAN TERUMBU KARANG,,seandainya abang punya artikel berkenaan yang tersebut mohon bantuannya…….btw ada salam dari ANDI AGUSSALIM angktan 93,,katanya temen abang, kebetulan satu kantor sekarang lagi s2 di UGM..sebelumnnya terimah kasi…

    email : anraguta@yahoo.com
    no hp : 081373666221

  3. Assalam, pa khabar shobat, aku buyung, alumni ik Unri angkatan 91, skrang tugas di DKP Natuna, kami ada program konservasi penyu, kami sedang mencari literatur mengenai teknis penetasan sampai penyu bisa dilepaskan ke alam. klu ngak merepotkan, mohon bantuannnya, mash tugas di DKP ya, apa khabar temen2 disana, salam buat smua ya, Wassalam,

  4. Asslm, salam knal. saya mahasiswa kelautan unsri. saya smester 8, mau ngambil TA yg brsangktan dg penyu.. mau tnya bang, mau mdpatkn data yg lngkap ttg pnyu dimna ya??
    ttg masa prtmbuhan si penyu hngga siap kawin, pnyebab matiny selain oleh alam, masa menetasny telur mnjadi tukik??
    Trim ksh ats bntuannya ya bang..
    Salam tu Pak Toni, moga cpat2 slesai S2 ny…

  5. Asslm, salam kenal, saya mahasiswa biologi Unand yang akan melakukan penelitian S1 tentang Chelonia mydas (penyu hijau) : Temperature Sex Determination(TSD) / penentuan jenis kelamin penyu pada masa tukik, dengan perlakuan suhu alaminya. bila bapak berkenan membantu saya, dalam bentuk informasi dan data-data yang bersangkutan dengan penelitian saya tersebut. sebelumny saya ucapkan terimakasih banyak pada Bapak, Wasslm.

  6. Kuharap binaan dan arahan untuk Generasi KP3ALH di Bengkulu yang masih Fokus pada Penyelamatan penyu. Thxs atas semuanya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: