Posted by: Hendra Siry | 17 June, 2008

DPRD Sumut Paripurnakan Ranperda Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

Medan, (Analisa) DPRD Sumut paripurnakan pembahasan ranperda (rancangan peraturan daerah) tentang pengelolaan wilayah pesisir dan Pulau-pulau kecil, dengan mendengarkan laporan hasil kerja pansus (panitia khusus), di gedung DPRD Sumut.

Ketua Pansus Ranperda pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Analisman Zalukhu SSos melalui rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumut H Abdul Wahab Dalimunthe SH melaporkan, manfaat perda mendorong kepastian berusaha dan pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan amsyarakat, dengan sasaran terwujudnya koordinasi dan keterpaduan kebijakan antar sector dan wilayah dalam system pengelolaan wilayah pesisir dan laut.

Urgensi pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, ungkap Analisman, meliputi degradasi sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil, marginalisasi masyarakat psisir, konflik pemanfaatan dan kewenangan, ketidak-pastian hokum dan bencana alam/ulah manusia di wilayah pesisir.

Dilaporkan Analisman, ranperda ini dibutuhkan dan sangat penting dibuat agar kewenangan daerah/propinsi dalam mengelola sumberdaya di wilayah laut sejauh 12 mil laut diukur dari garis pantai dan pengaturan ruang di laut, serta penegakan hokum diwilayah pesisir sesuai dengan amanat UU, diantaranya UU No.26/2007 tentang pentaaan ruang, UU No.32/2004 tentang pemerintahan daerah, UU No.27/2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Jalur penangkapan

Untuk itu, ungkap Analisman, dalam pemanfaatan sumberdaya hayati berupa kegiatan penangkapan ikan, harus memperhatikan jalur-jalur penangkapan yang ditetapkan dalam perda.

Penangkapan ikan dilakukan melalui jalur penangkapan disesuaikan dengan perahu, seperti melalui jalur penangkapan sampai 3 mil dari garis pantai diperuntukkan bagi penangkapan ikan dengan menggunakan perahu tanpa motor datau perahu temel bermesin kurang dari 16 PK dan pakai motor di bawah 3 GT.

Sedangkan jalur penangkapan antara 3 mil sampai dengan 4 mil dari garis pantai diperuntukkan bagi kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan perahu bermotor temple 16 PK sampai dengan 25 PK dan kapal motor dibawah 5 GT dengan mesin berkekuatan sebesar-besarnya 10 PK dengan menggunakan alat tangkap jenis pancing ulur, pancing rawai dengan jumlah mata.

Dalam ranperda tersebut, kata Analisman lagi, dicantumkan ketentuan pidana akibat terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil diancam hukuman sesuai perundang-undangan dan denda setinggi-tingginya Rp50 juta.

Pelanggaran itu seperti menambang terumbu karang, mengambil, merusak terumbu karang di KKLD (Kawasan Konservasi Laut Daerah), menggunakan bahan peledak, bahan beracun atau bahan lain dapat merusak terumbu karang, padang lamun, mangrove dan ekosistem kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Analisman juga mengatakan, perlu dilakukan kerjsama yang harmonis dan sinergis dengan semua unsur yang terlibat dengan bidang pengawasan, sekaligus ditanamkan kesadaran bahwa pembangunan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan upaya bersama yang harus terbuka dengan melibatkan seluruh pihak.

“Dengan terbitnya ranperda ini dimungkinkan kehidupan masyarakat pesisir yang masih dibawah garis kemiskinan, akan lebih baik ke depan. Pembahasan ranperda ini diharapkan ditindaklanjuti untuk ditetapkan jadi Perda,” ujar Analisman. (di)

Sumber: http://www.analisadaily.com/ 16 Juni 2008

Advertisements

Responses

  1. Wah tulisan2nya bagus pak..

    Ikutan nulis di goblue.or.id pak

    site ini untuk kampanye pelestarian lingkungan. Bisa posting berita, opini, komentar, info dan agenda nahkan foto2 juga yang penting relevan dengan masalah lingkungan.

    terima kasih
    salam GO BLUE

  2. Bung Jensi,

    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Insya-Allah saya akan segera kunjungi dan coba berkontribusi.

  3. cobalah baca medan bisnis, soal lingkungan hidup kami sangat concern

  4. Bung Heno,
    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Pasti Bung, saya akan baca Medan Bisnis.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: