Posted by: Hendra Siry | 19 May, 2008

Ikan Sepi, BBM Naik, Apa Kata Nelayan?

Simak juga sajian reportase artikel ini melalui KOMPAS TV

=====================================

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bulan Juli mendatang, sangat memukul aktifitas perikanan, khususnya para nelayan. Harga solar yang saat ini dipatok Rp 4000 perliter, dan akan naik menjadi Rp 6000 liter sangat memberatkan biaya operasional para nelayan.

Kenaikan harga BBM sesungguhnya adalah awal dari kesulitan para nelayan dari mulai tepi hingga lepas pantai, kembali ke pantai lagi. Sebab dalam tiga minggu ini para nelayan Pantai Pangandaran, berhadapan dengan kenyataan menurunnya jumlah ikan tangkapan.

Mudrika (43) nakhoda perahu penangkap ikan Camar II, menuturkan, konsumsi solar menempati porsi terbesar biaya operasional jika dirinya melaut. Pria yang tergabung dalam Program Pemberdayaan Nelayan Pesisir Pangandaran (PPNP) itu mengungkapkan untuk sekali turun laut menuju sekitar Samudera Indonesia, perahu yang dilengkapi teknologi fishfinder dan GPS (Global Positioning System) itu bisa menghabiskan sedikitnya 200 liter solar.
Tentunya kondisi seperti ini, cukup menyusahkan para nelayan. Hasilnya minim, biaya melambung tinggi, BBM mau naik pula. Praktis, penghasilan nelayan ikan laut tidak memadai untuk kehidupan yang serba mahal ini. Bisa dibayangkan, bagaimana usaha keras para nelayan Pangadaran untuk menekan kerugian akibat harga solar yang kian melambung.

Sumber: KOMPAS TV


Responses

  1. menyedihkan banget nasib nelayan indonesia, negara maritim yang luas dengan segala kekayaan kandungannya, tapi ga memperhatikan nasib para nelayan yang notabene kesehariannya bersentuhan langsung dengan keadaan laut indonesia. apa yang bisa kita lakukan untuk keadaan yang seperti ini ? ngga ada nya bekal ‘ilmu’ dan perlindungan pihak yang berwenang dan berkompeten di Ina terhadap nelayan lokal, sampai2 di wilayah sendiripun sering dikadalin polisi laut aussie, malaysia or negara tetangga yang berbatasan langsung… what do we do ? how could this be ? where have all the Dep. Kelautan & Perikanan gone ? fiuuuhh the worst is as a citizen i even couldn’t do anything at all bout it … just numpang sharing pak… tq


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: