Posted by: Hendra Siry | 17 May, 2008

Indonesia Perlu Patenkan Ikan Arwana Super Red

08/05/08 16:48

Pontianak (ANTARA News) – Pemerintah dan asosiasi disarankan agar segera mematenkan ikan Arwana Super Red (sclerofages formosus) sebagai satwa endemik Taman Nasional Danau Sentarum dan Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, sehingga tidak diklaim sebagai satwa negara lain.

“Asosiasi dibentuk dulu, baru ikan arwananya dipatenkan agar tidak diakui oleh daerah lain dan negara lain. Karena ikan arwana jenis Arwana Super Red merupakan endemik dari TNBK dan Sungai Kapuas,” kata Darori, seusai membuka Kontes Ikan Arwana se-ASEAN, di Pontianak, Kamis.

Ia mengharapkan, pematenan ikan arwana jenis Super Red dilakukan oleh asosiasi penggemar ikan itu sendiri, karena kalau hanya pemerintah yang giat mempatenkan ikan tersebut, bisa saja penangkaran ikan arwana yang menjual bebas ikan itu.

Seperti tertuang dalam Kepres No. 43 tahun 1978, Lembar Negara No. 51 tahun 1978 menjelaskan hewan yang dilindungi di Pulau Kalimantan dan Sumatera, jenis ikannya terdiri dari arwana Super Red, Golden Red, Banjar Red, arwana jenis Green (hijau), serta satu-satunya ikan arwana jenis Super Red hanya ditemukan di TNBK dan Sungai Kapuas.

Sebagai ikan purbakala, Arwana memiliki bentuk serta penampilan cantik dan unik. Tubuhnya memanjang, ramping, dan “stream-line”, sedangkan gerakan berenangnya amat anggun.

Selain itu, proses ikan Arwana saat berkembang biak juga mengandung nilai filosofi yang tinggi. Arwana betina tugasnya hanya bertelur. Kemudian, induk jantan memeram dan memelihara telur-telur itu di dalam mulut selama 40 hingga 50 hari sampai menetas.

Darori datang ke Pontianak terkait dengan “The International Arwana Exhibition and Contest” yang diikuti sekitar 100 peserta di Pontianak Convention Center, 7 – 11 Mei 2008.

Meski Sungai Kapuas merupakan asal ikan Arwana jenis Super Red, namun event itu merupakan yang pertama kalinya di Kalbar. Pemilik atau pengoleksi ikan menampilkan sebanyak seratus ekor Arwana Super Red adu kemolekan, untuk memperoleh hadiah utama berupa mobil Grand Livina.

Juri kontes berasal dari Indonesia, Jepang, Taiwan, Singapura dan Malaysia.

Ketua Panitia The International Arwana Exhibition and Contest, Gunawan Lim mengatakan, dengan diadakanya kontes dan perlombaan ikan arwana jenis Super Red di Pontianak, diharapkan bisa menarik minta wisatawan daerah maupun luar negeri berkunjung ke Kota Pontianak guna menyaksikan ikan arwana endemik Kalbar.

“Saya bersyukur, pelaksanaan kontes dan perlombaan mencari ikan arwana yang menarik dan unik bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.
(*)


Responses

  1. Saya mahasiswa yang kebetulan sedang taro interest pada ikan arowana ini karena mengikuti lomba gambar arwana yang diselenggarakan SHELOOKRED arwana. Saya setuju dan sangat mendukung akan dipatenkannya arwana super red ini karena akhir-akhir ini saya juga mulai melihat situs-situs internasional mengenai pendistribusian dan bahkan para penggemar arowana merah. di salah satu situs berbasis Malaysia http://www.alibaba.com/catalog/11698681/Red_Arwana_Fish.html — menternakkan dan mulai menjual arowana merah via online. Mungkin hal ini yang ditakutkan menjadi awal tindakan claim yang pernah terjadi pada beberapa kesenian kita. Dalam hal ini mengingat wilayah Malaysia dan Indonesia berdempetan dalam satu pulau dimana arwana berkembang akan susah untuk diperdebatkan.

    Apa memungkinkan untuk mengikutsertakan pengembangbiak red arowana indonesia untuk turut bekerja sama dalam mengusungkan hak cipta tersebut.

    terima kasih..

  2. pengin donk budidaya arwananya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: