Posted by: Hendra Siry | 9 March, 2008

Hutan Mangrove Angke-Kapuk Dirambah

Hutan mangrove di Taman Wisata Alam Angke-Kapuk, Jakarta Utara, dirambah petambak liar dan oknum yang tidak dikenal. Pantauan Kompas, Minggu (24/2), gubuk-gubuk liar masih bertebaran di sekitar kawasan konservasi seluas 99,82 hektar di tepi Perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Sejumlah orang terlihat berada di sekitar gubuk-gubuk itu dan mengerjakan tambak di kawasan konservasi.

Direktur Utama PT Murindra Karya Lestari Murniwati Harahap yang dihubungi Senin menjelaskan, oknum perambah merusak pohon api-api dan bakau yang ditanam dengan susah payah untuk memulihkan kawasan tersebut. “Setelah memeriksa kawasan konservasi, akhir pekan lalu, didapati banyak pohon api-api ditebang. Demikian pula akar pohon bakau banyak yang dipotong agar mati pelan-pelan. Padahal, kawasan tersebut merupakan daerah konservasi,” ungkap Murniwati.

Dia menambahkan, kawasan tersebut sangat penting sebagai daerah penyangga pesisir Jakarta. Saat ini sebagian burung yang biasa tinggal di Pulau Rambut, Kepulauan Seribu, sudah mulai datang ke Taman Wisata Alam (TWA) Angke-Kapuk untuk mencari makan. Saat ini di TWA Angke-Kapuk lebih dari 40 persen lahan rawa yang sempat gundul dan dijarah untuk dijadikan tambak pascareformasi 1998 sudah ditanami.

Sebelumnya, pada pertengahan tahun 1997, hanya 10 persen tegakan mangrove yang tersisa di TWA Angke-Kapuk (Kompas, 9 Juli 2007). Ketika itu Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan, dari sekitar sembilan juta hektar hutan bakau di Indonesia, 2,5 juta hingga 3,5 juta hektar dalam keadaan rusak parah.

Membakar bangunan

Sejumlah oknum perambah yang tidak dikenal pernah membakar bangunan milik TWA Angke-Kapuk. “Bangunan semipermanen kami sempat dibakar beberapa waktu lalu. Hingga kini belum ada tindakan hukum dan tidak jelas siapa pelakunya,” kata Murniwati. Menurut Murniwati, dia sudah berulang kali menghubungi instansi terkait untuk membantu melakukan penertiban. Sejauh ini belum ada langkah tegas dari aparat terkait.

Meski demikian, dia mengaku petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Departemen Kehutanan telah membantu sebisanya. Bahkan, para petugas BKSDA dengan jumlah terbatas kerap mendapat ancaman dari oknum tidak dikenal. Sejumlah orang yang ditemui di sekitar TWA Angke-Kapuk mengatakan, beberapa waktu lalu terjadi aksi unjuk rasa oleh sekitar 100 orang yang diduga petambak liar. Konon, terdapat 20-an pemodal yang membiayai pembukaan lahan di area konservasi itu. Setiap petambak mempunyai sekurangnya empat anggota yang menghuni gubuk liar.

Sabuk mangrove


Koordinator Wilayah Seksi III BKSDA Sesjati Wasito, beberapa waktu lalu, menjelaskan, TWA Angke-Kapuk, pesisir Pantai Indah Kapuk (PIK), dan Suaka Margasatwa Angke akan menjadi “Sabuk Mangrove” Jakarta Utara seiring dengan upaya pemulihan lingkungan hidup.
“Nanti semua hutan mangrove akan tersambung dari Taman Wisata Alam hingga Suaka Margasatwa Angke di dekat Muara Angke-Pluit,” kata Sesjati. Upaya penanaman mangrove juga terlihat di pesisir Perumahan PIK. Pihak pengembang menimbun pesisir yang tergerus abrasi dan selanjutnya menanam mangrove di lokasi tersebut. Hutan mangrove memiliki multifungsi bagi ekosistem pesisir. (Ong)

Sumber: Kompas, 26 Februari 2008
Jakarta


Responses

  1. Salam kenal. Salam MANGROVER!

  2. Tampaknya ini saat yang tepat buat semua komunitas yang peduli mangrove, maupun lingkungan secara umum, dan ibukota pada tepatnya untuk sama-sama memberikan “encourage” dan mendukung progrram teman-teman BKSDA.. selain itu setahu saya teman2 dari Metro TV juga udah beberapa kali mengekspos nerita ini kan..

    mungkin tinggal perlu suuatu aksi nyata dan bersama

    jensi sartin

    Salam Go Blue


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: