Posted by: Hendra Siry | 28 December, 2007

Hasil Penelitian LIPI: Kondisi Terumbu Karang Indonesia Membaik

Pakar terumbu karang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Suharsono, menyatakan, selama rentang 1996-2006, kondisi terumbu karang di Tanah Air memperlihatkan adanya kecenderungan perbaikan. “Evaluasi kondisi terumbu karang di Tanah Air mengalami perbaikan,” katanya sebagaimana dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa malam (11/12).

Suharsono yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI, mulai memantau kondisi terumbu karang di 73 daerah dengan 841 stasiun dari Sabang hingga Kepulauan Padaido, Irian Jaya Barat, sejak 1993 sampai 2007. Hasilnya, kata dia, menunjukkan kondisi terumbu karang di Tanah Air pada akhir 2006, 5,2 persen dalam kondisi sangat baik, 24,2 persen dalam kondisi baik, 37,3 persen dalam kondisi sedang dan 33,1 persen dalam kondisi buruk.

“Kondisi terumbu karang yang buruk terlihat menurun, sedangkan kondisi terumbu karang sedang mengalami perbaikan, dan kondisi terumbu karang yang sangat baik relatif tetap,” katanya. Dikatakan, data di lapangan memperlihatkan pada 1998, kondisi terumbu karang telah mulai membaik yang ditunjukkan dengan peningkatan terumbu karang kondisi baik dan sangat baik, serta menurunnya kondisi terumbu karang yang sedang.

Namun pada akhir 1998, terjadi peristiwa El-Nino akibat perubahan iklim global (bleaching event) yang menyebabkan kematian karang secara massal. “Kematian karang akibat El Nino ini, memotivasi saya untuk meneliti mengapa karang mati karena kenaikan suhu dan apakah mungkin terumbu karang yang sudah mati dapat pulih kembali,” katanya.

Sampai saat ini, jenis karang yang ditemukan di tanah air sudah sebanyak 590 jenis yang termasuk dalam 83 marga karang atau 80 persen karang yang ada di dunia. Menurut dia, kekayaan jenis karang di satu daerah lebih ditentukan oleh besarnya variasi habitat, sejarah geologi masa lalu dan letak geografi. “Sebagai gambaran, sebaran karang di Kepulauan Raja Ampat telah diidentifikasi sebanyak 456 jenis karang, di Pulau Derawan 444 jenis dan Pulau Banda 330 jenis,” katanya.

Suharsono sendiri akan memaparkan hasil risetnya itu dalam acara pengukuhan dirinya menjadi Profesor Riset Bidang Ilmu Oseanografi, Rabu (12/12), dengan judul karyanya, yakni Pengelolaan Terumbu Karang di Indonesia. [EL, Ant]

Sumber: Gatra, 12 Desember 2007


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: