Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, pihaknya sedang mengeksplorasi potensi besar sektor perikanan melalui PT Perikanan Nusantara. “BUMN ini akan membentuk skuadron-skuadron kapal penangkap ikan,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN kemarin (4/11).
Menurut Dahlan, dirinya meminjam istilah skuadron untuk menggambarkan armada 16 kapal penangkap ikan yang segera dibeli oleh PT Perikanan Nusantara. Kapal-kapal itu akan ditempatkan di tiga lokasi, yakni Sorong, Ambon, dan Bitung. Target produksi yang dibebankan terhadap 18 kapal penangkap ikan tersebut sebesar 1.000 ton ikan per tahun. “Itu masih kecil. Tapi, untuk tahap awal sudah sangat bagus, tinggaldiperbesar,” katanya.
Menurut Dahlan, BUMN perikanan itu juga akan memulai program Go West. Artinya, PT Perikanan Nusantara yang banyak beroperasi di wilayah Indonesia Timur akan memasok ikan hasil tangkapannya ke wilayah Indonesia Barat “Khususnya Jawa,” ucapnya.
Bagaimana kebutuhan modal? Dahlan mengatakan bahwa PT Perikanan Nusantara memang pernah termasuk BUMN rugi. Namun, sekarang kinerjanya, sudah membaik. “Untukpenga-daan kapal, butuh Rp 300 miliar. Itu kami hitung bankable (memenuhi syarat mendapatkan kredifbank),” ujarnya.
BUMN lain yang akan dibesarkan adalah Perum Prasarana Pelabuhan Perikanan. Dahlan mengatakan, saat ini, BUMN tersebut sedang menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk investasi. Salah satunya pembangunan dok kapal nelayan di Muara Baru, Jakarta. “Mereka (direksi) jitu membidik bisnis yang prospektif, yakni melayani perbaikan kapal nelayan,* katanya. (owi/c6/fat)
Sumber : Indopos 5 November 2011 Hal J05




