Posted by: Hendra Siry | 8 November, 2011

Design for sustainable fisheries—modeling fishery economics

September 2011 | Sheila Bonini, Nakul Saran, Lothar Stein

The new McKinsey report, Design for sustainable fisheries, explores the best means of establishing sustainable fisheries around the world, based on a clear understanding of the options and their biological and economic implications.

Fisheries provide employment for 180 million people worldwide and represent a significant percentage of the animal protein consumed globally, particularly in developing countries. Fish and fishery products are one of the most widely traded agricultural commodities with exports worth more than $85 billion in 2008.

Posted by: Hendra Siry | 8 November, 2011

Indonesia – Korea Garap Industrialisasi Perikanan

JAKARTA – Setelah vakum beberapa tahun, Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menjalin kerja sama dengan Korea Selatan untuk mengembangkan sektor perikanan nasional. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan kerja sama difokuskan pada program industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan Indonesia. “Dengan industrialisasi, ekspor nasional tidak hanya produk mentah, dan kita bisa mendapat added caine,” kata dia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kerja sama sektor perikanan dengan Korea Selatan, kata Cicip, sebetulnya sudah pernah dilakukan, dan berakhir pada 2007. Dalam skema kerja sama baru, pemerintah Korea Selatan diharapkan membawa investor. “Dalam waktu cepat direalisasi, dan tim kecil kami segera berembuk dengan mereka.” ujarnya.

Selain soal pengembangan industri, Kementerian Kelautan menggandeng Korea Selatan untuk mendirikan Institut Kelautan dan Perikanan Nasional di Karawang, Jawa Barat. Lembaga pendidikan internasional ini akan berdiri di lahan seluas 65 hektare dan menelan anggaran patungan sebesar Rp 300 miliar

Read More…

Posted by: Hendra Siry | 8 November, 2011

Ekspor Ikan Tak Terimbas Krisis AS

JAKARTA – Amerika Serikat (AS) masih menjadi pasar ekspor ikan Indonesia terbesar kendati negeri Paman Sam tengah dilanda krisis

Hingga Agustus2011 realisasi ekspor ikan Indonesia ke AS mencapai 30% dan total ekspor ikan sebesar USD2.2 miliar (per Agustus 2011). Pemerintah menargetkan nilai ekspor nasional penkanan mencapai USD3.2 miliar hingga akhir tahun. “Komor 1 ekspor kita masih tetap Amerika. Tahun lalu ekspor ikan kita ke Amerika mencapai USD890juta atau 30% dari total ekspor USD2.9 miliar,” ujar Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementenan Kelautan dan Perikanan Victor Nikijuluwdi Jakarta kemarin.

Sementara, Eropa yang terdiri dari 27 negara saat ini juga masih tetap menduduki posisi kedua terbesar ekspor yakni sebesar 20% dan total ekspor ikan. “Kalausecara individual, pasar ekspor ikan terbesar kita di Eropa ya Jerman, “tukasnya. (inda susanti)

Sumber :  Harian Seputar Indonesia 7 November 2011 Hal 18

Posted by: Hendra Siry | 8 November, 2011

Pemerintah dorong Kualitas Nelayan

JAKARTA Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo mengatakan pemerintah mendorong peningkatan kapasitas dan kapabilitas nelayan dalam menghadapi industrialisasi sektor perikanan.

“Industrialisasi perikanan menjadi sebuah keharusan agar produk perikanan memberikan nilai tambah, devisa negara meningkat dan nelayan semakin sejahtera,” katanya saat menyerahkan sapi kurban kepada nelayan di lokasi bekas kebakaran yang terjadi pada pertengahan September 2011 di Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan hewan kurban dari KKP berupa empat ekor sapi kepada nelayan merupakan bentuk kepedulian kementerian kepada masyarakat.

Read More…

Posted by: Hendra Siry | 7 November, 2011

Ekspor Perikanan ke AS Sumbang 30 Persen

Jakarta I Jumal Nasional,
Meski perekonomian Amerika Serikat (AS) tengah melesu, namun nilai ekspor perikanan Indonesia ke AS menyumbang 30 persen atau USS660 juta dari target ekspor yang dicapai hingga Agustus 2011 sebesar US$2,2 miliar.

Sebelumnya, hingga akhir 2011 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menargetkan ekspor mencapai USS3.2 triliun.

“Walau mengalami krisis. AS masih menjadi pembeli nomor satu produk perikanan Indonesia. Ini merupakan sinyal baik, karena dapat mendorong industrialisasi di mana pabrik-pabrik pengolahan bisa berkembang,” kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Hasil Pemasaran KKP, Victor Nikiju-luw, akhir pekan lalu di Jakarta.

Read More…

Posted by: Hendra Siry | 6 November, 2011

BUMN Siapkan Skuadron Kapal Penangkap Ikan

JAKARTA – Pemerintah berupaya menepati janji untuk mempercepat pengembangan potensi badan usaha milik negara (BUMN). Kali ini, Kementerian BUMN siap membesarkan BUMNBUMN kecil yang sebenarnya memiliki potensi besar. Salah satunya adalah PT Perikanan Nusantara.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, pihaknya sedang mengeksplorasi potensi besar sektor perikanan melalui PT Perikanan Nusantara. “BUMN ini akan membentuk skuadron-skuadron kapal penangkap ikan,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN kemarin (4/11).

Menurut Dahlan, dirinya meminjam istilah skuadron untuk menggambarkan armada 16 kapal penangkap ikan yang segera dibeli oleh PT Perikanan Nusantara. Kapal-kapal itu akan ditempatkan di tiga lokasi, yakni Sorong, Ambon, dan Bitung. Target produksi yang dibebankan terhadap 18 kapal penangkap ikan tersebut sebesar 1.000 ton ikan per tahun. “Itu masih kecil. Tapi, untuk tahap awal sudah sangat bagus, tinggaldiperbesar,” katanya.
Read More…

Posted by: Hendra Siry | 5 November, 2011

Berantas Illegal Fishing Kelola Potensi Laut

Mnteri Cicip Gandeng Amerika

UNTUK meningkatkan produksi perikanan nasional. Kementerian Kelautan dan Perikanan (K.KP) melanjutkan kerja samanya dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, pemerintah akan melanjutkan kerja sama yang sudah berjalan seperti joint,committee mengenai National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) atau Lembaga Samudera dan Atmosfir AS.

Menurut menteri asal Partai Golkar itu. kerja sama dengan AS akan diselaraskan dengan berbagai program kementerian terutama masalah sains dan ekonomi.

Read More…

The proposed ‘Revitalising Indonesia’s Knowledge Sector for Development Policy’ program aims to enable Indonesian policy-makers to make contestable, evidence-informed decisions on how best to spend national budgetary resources in ways that help the poor. It will support the domestic supply of knowledge products to inform policy, as well as the ability of decision makers to use those products to inform their policy choices.

Design document

Diagnostics documents

MANILA, PHILIPPINES – Environment and fisheries ministers from six Asia Pacific countries are meeting today to advance their collective agenda for protecting and managing the fragile Coral Triangle―one of the most diverse and threatened marine ecosystems in the world.

The Third Ministerial Meeting of the Coral Triangle Initiative on Coral Reefs Fisheries and Food Security will endorse a plan to establish a permanent secretariat for the initiative in Indonesia.

“The establishment of a permanent secretariat is an important step towards ensuring the success of the initiative and for implementing the regional plan of action,” said Jon D. Lindborg, ADB Country Director for Indonesia. “Improved management of coastal and marine resources in the Coral Triangle is critical for ensuring food security, employment, sustainable economic development and increased regional cooperation.”

Dubbed the ‘Amazon of the Seas’, the Coral Triangle covers a vast area of ocean, encompassing all or part of the six member countries of the initiative. It has 76% of all known coral species and its resources provide daily sustenance and employment for over 120 million people. However harmful fishing practices and climate change are threatening the future of this global epicenter of marine biodiversity.

Read More…

Posted by: Hendra Siry | 27 October, 2011

Ini Tugas Baru Fadel dari Ical

DHONI SETIAWAN

Fadel Muhammad.

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah dicopot sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad kini mempunyai tugas baru. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie saat memberikan kata sambutan dalam acara Rapimnas Golkar di Hotel Mercure, Jakarta, Rabu (26/10/2011).

“Saya tugaskan pada Saudara Fadel sebuah tanggung jawab mahabesar, yaitu kuningkan Indonesia Timur, rebut lebih banyak lagi suara di Timur Indonesia sehingga langkah Partai Golkar lebih mantap menuju pertaruhan pada 2014 nanti,” kata Aburizal.

Aburizal yang biasa dipanggil Ical ini menuturkan, diberikannya tugas tersebut, karena Fadel merupakan sosok yang memiliki integritas yang baik dalam mengemban tugas-tugasnya. Karena itu, menurut Ical, saat ini penghargaan tinggi sangat pantas disematkan kepada mantan Gubernur Gorontalo tersebut.

Read More…

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.